Hutan Lindung Jampea Kembali Ungkap Keajaiban: Dua Burung Langka Teridentifikasi, Konservasi Mendesak

Hutan Lindung Jampea Kembali Ungkap Keajaiban: Dua Burung Langka Teridentifikasi, Konservasi Mendesak
Kekayaan Hayati Selayar Terbukti: Burung Langka Jampea Jadi Prioritas Perlindungan Ekosistem. (Foto: Rafsanjani)
Bacakan Artikel

Intens.id, Benteng – Kabar gembira sekaligus krusial bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia datang dari jantung Kepulauan Selayar. Tim peneliti berhasil mengonfirmasi keberadaan dua spesies burung langka yang statusnya terancam punah di Hutan Lindung Jampea, Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar. Penemuan ini menjadi bukti nyata kekayaan ekosistem dan urgensi pelestarian kawasan tersebut di tengah ancaman global terhadap biodiversitas.

Perjumpaan signifikan ini terjadi dalam serangkaian kunjungan lapangan yang intensif pada tanggal 8 hingga 14 Juni 2026. Para peneliti dari berbagai lembaga melakukan pengamatan mendalam di tiga titik berbeda dalam Hutan Lindung Jampea. Hasilnya sungguh menggembirakan, mengindikasikan bahwa ekosistem hutan di pulau ini masih sangat mendukung kehidupan satwa endemik yang rentan, sekaligus memberikan secercah harapan bagi masa depan konservasi di wilayah Wallacea.

Dua spesies burung yang berhasil diidentifikasi adalah Kakatua Jambul Kuning subspesies Cacatua sulphurea djampeana dan Kehicap Tanah Jampea (Symposiachrus everetti). Kakatua Jambul Kuning, dengan ciri khas jambul kuning cerah yang mencolok, kini masuk dalam kategori Kritis (Critically Endangered) berdasarkan daftar merah IUCN, menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.

Status ini menunjukkan betapa gentingnya situasi populasi burung paruh bengkok ini, yang sering menjadi target perburuan ilegal dan perdagangan satwa liar. Sementara itu, Kehicap Tanah Jampea, burung endemik dengan habitat terbatas, berstatus Terancam (Endangered). Kehadiran kembali kedua burung ini secara bersamaan menegaskan bahwa Hutan Lindung Jampea bukan sekadar area hijau, melainkan benteng terakhir bagi kelangsungan hidup spesies-spesies unik ini.

Pulau Jampea, bersama dengan Pulau Kalaotoa, telah lama diakui sebagai Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati (Important Bird and Area/IBA). Penunjukan ini bukan tanpa alasan, mengingat kawasan tersebut menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna endemik lainnya yang memiliki nilai ekologis tinggi. Selain kedua burung langka tersebut, hutan Jampea juga dihuni oleh mamalia penting seperti rusa timor dan landak, serta berbagai jenis burung paruh bengkok lainnya yang turut memperkaya ekosistemnya. Status IBA ini semakin memperkuat urgensi perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan terhadap kawasan Hutan Lindung Jampea, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan alam Indonesia.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: