Gaji Guru Honorer Diduga Dipotong, PMII Bulukumba Sentil Dinas Pendidikan: Jangan Tutup Mata!

Gaji Guru Honorer Diduga Dipotong, PMII Bulukumba Sentil Dinas Pendidikan: Jangan Tutup Mata!
suasana di jalan depan gedung ammatoa
Bacakan Artikel
Syahrul

Petani muda yang bergiat di isu lingkungan hidup dan politik, aktif menyampaikan gagasan dan advokasi publik melalui karya tulis.

BULUKUMBA โ€” Di balik pengabdian para guru honorer yang setiap hari berdiri di ruang kelas, tersimpan persoalan yang kini menjadi sorotan. Dugaan pemotongan gaji sejumlah guru honorer oleh salah satu yayasan di lingkungan pendidikan Kabupaten Bulukumba memantik keresahan sekaligus mendorong Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba turun ke jalan, Jumat (9/10/2026).

Melalui aksi demonstrasi yang berlangsung di Perempatan Teko dan di depan Gedung Ammatoa, PMII Bulukumba menyuarakan tuntutan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak sekadar menerima laporan, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk menelusuri persoalan yang dikeluhkan para tenaga pendidik.

Bagi PMII, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut angka yang tertera dalam daftar penggajian. Lebih dari itu, dugaan pemotongan gaji selama beberapa bulan menimbulkan pertanyaan tentang transparansi pengelolaan hak guru honorer serta kejelasan pelayanan di lingkungan pendidikan. Mereka menilai, setiap persoalan yang menyangkut kesejahteraan tenaga pendidik perlu mendapat perhatian serius, bukan dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian.

Berdasarkan hasil investigasi dan data yang dihimpun, PMII Cabang Bulukumba mengaku menemukan indikasi dugaan pemotongan gaji terhadap sejumlah guru honorer di salah satu yayasan. Selain persoalan penggajian, mahasiswa juga menyoroti pelayanan yang dinilai belum jelas dan disebut menimbulkan keresahan di kalangan tenaga pendidik.

Sekretaris Cabang PMII Bulukumba, Irfan Zaid, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengevaluasi kinerja jajarannya sekaligus memberikan kejelasan terhadap berbagai persoalan yang berkembang.

Menurut Irfan, dugaan pemotongan gaji yang disebut berlangsung selama beberapa bulan tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ia meminta pihak terkait membuka ruang klarifikasi, menelusuri fakta, serta memastikan hak-hak guru honorer tidak terabaikan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow