Desa Salassae Bulukumba Resmi Deklarasikan Diri sebagai Kampung Agroekologi

Desa Salassae Bulukumba Resmi Deklarasikan Diri sebagai Kampung Agroekologi
Desa Salassae Bulukumba Resmi Deklarasikan Diri sebagai Kampung Agroekologi. Foto: Ist
Bacakan Artikel

Gito Sukamdani menekankan bahwa status sebagai kampung agroekologi diharapkan tidak hanya berorientasi pada upaya menjaga keberlanjungan sumber daya alam dan ekosistem, tetapi juga harus mampu memberi kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Visi ini akan diwujudkan melalui penguatan badan-badan usaha ekonomi kolektif yang berbasis pada sektor pertanian. Dengan demikian, agroekologi akan menjadi motor penggerak ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi produk pertanian lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga.

โ€œKami akan memperkuat gerakan ini dengan kerja sama para pihak di desa serta dukungan dari pemerintah, terutama dari Kementerian Desa yang juga mencanangkan agar tumbuh desa-desa yang berketahanan pangan,โ€ ujar Gito. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dukungan dari tingkat nasional akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Konsep ketahanan pangan yang dicanangkan Kementerian Desa sejalan dengan semangat agroekologi yang diusung Salassae, menciptakan potensi kolaborasi yang sangat besar.

Lebih lanjut, Gito menyatakan pihaknya membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan pemerintah desa lain maupun kalangan perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk menjadikan Salassae sebagai ruang inovasi dan inisiatif yang dapat melahirkan gerakan agroekologi berbasis desa yang lebih luas, memberikan inspirasi dan model bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan modal sosial yang telah teruji dan dukungan lintas pihak yang terus dirajut, Desa Salassae menempatkan dirinya sebagai salah satu contoh nyata bagaimana desa dapat menjadi motor penggerak transformasi pangan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan warganya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2