Balikpapan Hadapi Peningkatan ISPA di Tengah Cuaca Panas DKK Imbau Warga Jaga Kesehatan Musim Panas

Menanggapi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat cuaca panas dan debu di Balikpapan, DKK mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan musim panas dengan membatasi aktivitas luar ruangan dan segera mencari penanganan medis.

Balikpapan Hadapi Peningkatan ISPA di Tengah Cuaca Panas DKK Imbau Warga Jaga Kesehatan Musim Panas
Balikpapan Hadapi Peningkatan ISPA di Tengah Cuaca Panas DKK Imbau Warga Jaga Kesehatan Musim Panas. -Foto: Ishak Andi Kunna
Bacakan Artikel

โ€œKualitas udara kita masih kategori sedang dan masih dapat diterima untuk kesehatan. Belum pada kondisi yang mengharuskan masyarakat keluar rumah menggunakan masker,โ€ terang Sudirman.

Meskipun demikian, baik DKK maupun DLH tetap menyoroti potensi ancaman lain yang dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat: kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kalimantan memiliki potensi untuk memengaruhi kualitas udara Balikpapan apabila asap terbawa angin hingga ke kawasan perkotaan. Dampak asap karhutla dapat memperburuk kondisi pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA secara drastis.

Oleh karena itu, upaya menjaga kualitas udara tidak hanya terbatas pada respons ketika kebakaran telah terjadi. Pencegahan harus dimulai dari tingkat masyarakat dengan menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan maupun pembersihan lahan menggunakan api. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat vital untuk memastikan Balikpapan tetap memiliki udara yang bersih dan sehat, khususnya selama musim panas yang rentan terhadap karhutla.

DKK Balikpapan mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan kolektif dan individual dalam menghadapi tantangan kesehatan di musim panas ini. Dengan menjaga kesehatan diri, membatasi aktivitas di luar ruangan saat suhu tinggi, menggunakan masker di area berdebu, dan segera mencari pertolongan medis jika diperlukan, masyarakat dapat berkontribusi dalam menekan angka kasus ISPA dan menjaga kualitas hidup di Balikpapan.

Pilih Halaman: