AI Masuk Kelas, Apakah Sekolah Kita Sudah Siap Menggunakannya Secara Adil?

AI Masuk Kelas, Apakah Sekolah Kita Sudah Siap Menggunakannya Secara Adil?
Bacakan Artikel

Intens.id, Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap berbagai industri, tidak terkecuali sektor pendidikan. Di berbagai belahan dunia, wacana integrasi AI ke dalam kurikulum sekolah bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan generasi masa depan. Di Indonesia sendiri, gaung pemanfaatan AI dalam metode pembelajaran mulai gencar disuarakan oleh para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan.

Namun, di balik optimisme teknologi yang menjanjikan efisiensi dan personalisasi belajar ini, membentang sebuah pertanyaan krusial yang mendasar: apakah sistem pendidikan kita sudah siap menerapkan kurikulum berbasis AI ini secara adil dan merata?

Jika kita melihat realitas di lapangan, kesiapan adopsi teknologi ini masih menghadapi tembok tebal berupa ketimpangan struktural. Di satu sisi, sekolah-sekolah swasta elite atau sekolah negeri percontohan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung sudah akrab dengan gawai canggih, koneksi internet serat optik berkecepatan tinggi, hingga guru-guru yang fasih menggunakan alat bantu berbasis AI. Di sisi lain, potret kontras masih sangat mudah dijumpai pada sekolah-sekolah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Jangankan bicara soal algoritma pembelajaran adaptif, banyak sekolah di pelosok daerah yang hingga kini masih harus berjuang mendapatkan pasokan listrik yang stabil dan sinyal internet yang memadai untuk sekadar mengirimkan laporan administrasi bulanan.

Untuk memahami fenomena ini secara mendalam, kita dapat merujuk pada Teori Kesenjangan Digital (Digital Divide Theory) yang dikembangkan oleh sosiolog Jan van Dijk. Dalam teorinya, Van Dijk menjelaskan bahwa kesenjangan digital tidak hanya sesederhana masalah memiliki atau tidak memiliki perangkat keras (akses fisik).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow