79 Tahun HMI: Degradasi, Eksplanasi, dan Reformasi

Oleh: Muh Arya Dwi Madaprama Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Intens.id - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai salah satu organisasi tertua di Indonesia hari ini telah menyandang usia yang k...

79 Tahun HMI: Degradasi, Eksplanasi, dan Reformasi
Bacakan Artikel
  1. Keseimbangan Pengetahuan, Perkaderan, dan Politik. Saya tidak bermaksud memisahkan kader dari arus politik, tetapi menekankan keseimbangan. Pengetahuan adalah pijakan, perkaderan adalah proses, dan politik adalah aksi. Ketiganya memiliki korelasi kuat dan tidak boleh berat sebelah yang mengakibatkan salah satu komponen terabaikan.

  2. Revitalisasi Ruang Pembelajaran. Menjadikan pengetahuan sebagai dasar pijakan tidak hanya mengantarkan pada persaingan politik, tetapi juga menjadi bekal mengisi ruang kaderisasi. Ini penting guna melahirkan regenerasi kompeten dan menginvasi ruang-ruang kompetitif. Langkah realistis di zaman serba instan ini adalah mengembalikan citra HMI sebagai "Laboratorium Umat dan Bangsa".

  3. Menjahit Kembali Hubungan dengan Masyarakat. Kesadaran berbasis pengetahuan harus mendorong kita untuk menjahit kembali hubungan HMI dan masyarakat melalui kegiatan nyata, berdampak, dan tidak sekadar reaksioner. Hal ini akan membangun kembali kepercayaan dan kerjasama masyarakat terhadap keikhlasan kader HMI dalam mengemban amanat sebagai ujung tombak revolusi.

Dengan ini saya berharap, di usia yang ke-79 tahun, semoga HMI mengalami banyak perubahan positif dari berbagai refleksi dan introspeksi ini. Semoga HMI menjadi lebih baik dan terus menjadi organisasi yang bermanfaat sepanjang sejarah!

Pilih Halaman: