79 Tahun HMI: Degradasi, Eksplanasi, dan Reformasi

Oleh: Muh Arya Dwi Madaprama Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Intens.id - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai salah satu organisasi tertua di Indonesia hari ini telah menyandang usia yang k...

79 Tahun HMI: Degradasi, Eksplanasi, dan Reformasi
Bacakan Artikel

2. Kepercayaan Publik

Dalam beberapa kesempatan, saya melihat HMI telah mengalami degradasi kepercayaan dari berbagai lapisan, baik dari internal kader HMI, mahasiswa umum, maupun masyarakat luas. Penurunan kepercayaan dalam tubuh kader HMI sendiri dapat ditemukan melalui berbagai keluhan, terkhusus mereka yang dibina dengan metodologi "Ternak Ayam".

Beberapa kader yang telah mengikuti Maperca maupun Basic Training (LK I) merasa mengalami stagnasi akibat tidak adanya kegiatan lanjutan pasca pelatihan. Seolah-olah mereka seperti anak ayam yang diberi makan sebentar, lalu dilepas begitu saja. Tidak adanya perhatian serius dari pelaksana training terhadap pengembangan kader pasca-LK I membuat HMI kehilangan kepercayaan dari kadernya sendiri. Hal ini berpotensi melahirkan kekecewaan berkepanjangan dan memicu kader untuk meninggalkan HMI demi mencari wahana baru yang sesuai dengan keinginan mereka.

Di sisi lain, penurunan kepercayaan dalam tatanan mahasiswa terlihat dari kuantitas peserta Maperca maupun Basic Training di setiap komisariat yang terus menurun setiap tahunnya. Kenyataan pahit muncul saat dibandingkan dengan beberapa organisasi baru yang justru unggul secara kuantitas dalam proses rekrutmen dibanding HMI yang berdiri sejak 1947. Kendati HMI tidak hanya memandang kuantitas belaka, penurunan minat mahasiswa ini perlu dijadikan bahan refleksi. Kita tidak boleh sekedar membenarkan diri atau berlagak bahwa HMI tidak membutuhkan mereka.

Terakhir, penurunan kepercayaan yang paling terasa adalah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap HMI. Satu hal menarik yang perlu diperhatikan adalah ketika HMI mencoba mewakili aspirasi maupun keluhan atas nama masyarakat, justru seolah tidak mendapatkan dukungan maupun restu dari masyarakat itu sendiri.

Hal tersebut terlihat dalam berbagai aksi demonstrasi. Di tengah luapan emosi kader melalui sirine maupun mimbar jalanan yang mengatasnamakan rakyat, justru rakyat merasa resah dan memilih diam saat terjadi tindakan represif oleh oknum yang mencederai gerakan. Kejadian ini sangat berbanding terbalik dengan respon masyarakat tahun 1998 terhadap gerakan mahasiswa. Terlepas dari upaya kapitalisme jejaring maupun pemerintah yang mencoba mencederai gerakan, sikap pasif masyarakat adalah kejanggalan yang patut dijadikan refleksi. Saya berkesimpulan, mereka belum sepenuhnya sadar dan percaya kepada perjuangan yang dibawa oleh HMI maupun kelompok lainnya.

Eksplanasi: Analisis Terhadap Penyebab Degradasi HMI

Menurut saya, penyebab penurunan maupun kemunduran HMI—baik dalam bidang kognitif, pengabdian, maupun kepercayaan publik—bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan atau sekadar "karena sudah zamannya". Pernyataan semacam itu hanya membuat kita menjadi pasif dan dikendalikan oleh zaman, bukan sebaliknya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: