Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia

Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia
Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia. (Foto: Humas Unismuh)
Bacakan Artikel

Jejaring Internasional: Buah Pengalaman dan Visi Jangka Panjang

Dalam sesi presentasinya, Prof Andis juga berbagi pengalamannya dalam membangun jejaring akademik di bidang pendidikan. Beliau menyinggung masa jabatannya sebagai dekan selama kurang lebih sepuluh tahun, dari tahun 2006 hingga 2015, sebelum mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I.

"Pada masa itu, komunikasi dan jejaring akademik banyak kami bangun, termasuk dengan lembaga pendidikan di luar negeri," ungkapnya, menegaskan bahwa upaya internasionalisasi bukanlah hal baru bagi Unismuh Makassar, melainkan telah dirintis sejak lama dengan fondasi yang kuat.

Pengalaman tersebut, kata Prof Andis, menjadi salah satu pijakan penting bagi Unismuh Makassar untuk terus memperluas kerja sama internasionalnya. Beliau meyakini bahwa perguruan tinggi harus senantiasa terbuka terhadap kolaborasi lintas negara agar mampu merespons dan menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang pesat. Kerja sama antara Unismuh dan UPSI ini, menurutnya, tidak hanya memberikan manfaat besar bagi para dosen dalam pengembangan karier dan riset, tetapi juga krusial bagi mahasiswa.

Melalui kolaborasi internasional, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas, mengenal tradisi keilmuan yang berbeda, serta membangun kepercayaan diri yang tinggi dalam berinteraksi di forum global, sebuah bekal penting di era kompetisi global.

Mendorong Riset Kolaboratif dan Pertukaran Akademik Berkelanjutan

Selain Prof Andis, seminar internasional ini turut menghadirkan Dekan FPM UPSI Prof. Dr. Abdul Talib Bin Mohamed Hashim dan Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., sebagai pembicara kunci lainnya. Kehadiran para pakar ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bentuk konkret, seperti riset kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi pembelajaran bahasa yang berbasis teknologi digital. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi kedua institusi dan masyarakat luas.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: