Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia

Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia
Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia. (Foto: Humas Unismuh)
Bacakan Artikel

"Universitas kami bernama Universitas Muhammadiyah Makassar. Kampus ini berada di Provinsi Sulawesi Selatan, di Pulau Sulawesi. Kalau dari Malaysia, akses ke Makassar cukup cepat, bisa melalui penerbangan langsung maupun melalui Jakarta atau Surabaya," terang Prof Andis, memberikan gambaran yang jelas mengenai posisi geografis dan konektivitas Unismuh Makassar.

Menurut Prof Andis, kedekatan aksesibilitas ini menjadi modal penting dalam membangun jembatan kolaborasi akademik yang erat antara Unismuh Makassar dan UPSI. Beliau menambahkan, perjalanan udara dari Malaysia menuju Makassar dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam jika menggunakan penerbangan langsung. Hal ini membuka peluang besar untuk pertukaran akademik, riset bersama, dan program lain yang memerlukan mobilitas antarnegara, sekaligus mempererat hubungan bilateral di sektor pendidikan.

Fokus pada Pendidikan Bahasa di Era Digital dan Global

Lebih lanjut, Prof Andis menguraikan berbagai fakultas yang dimiliki Unismuh Makassar, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang memegang peranan krusial dalam pengembangan pendidikan di kawasan timur Indonesia. Di tingkat Pascasarjana, Unismuh juga memiliki program studi yang berfokus pada bidang pendidikan, salah satunya adalah Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI). Program inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam inisiatif kerja sama akademik dengan UPSI, mengingat keselarasan fokus keilmuan kedua institusi dalam pengembangan pendidikan bahasa.

"Unismuh Makassar memiliki fakultas pendidikan dan pada tingkat pascasarjana juga terdapat program studi pendidikan. Karena itu, kerja sama dengan UPSI sangat relevan, terutama dalam penguatan pendidikan bahasa di era digital dan global," tegas Prof Andis.

Beliau menyampaikan pandangannya bahwa pendidikan bahasa di masa kini tidak lagi dapat dipahami sebatas pengajaran struktur bahasa, melainkan harus diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi, dinamika komunikasi lintas budaya, serta tuntutan kebutuhan global yang terus berubah. Pendekatan ini selaras dengan tema seminar yang diusung, menandakan visi pendidikan bahasa yang progresif dan adaptif sesuai perkembangan zaman.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: