Transformasi Digital, Siswa SMAN 3 Selayar Belajar AI dan Bahasa Inggris Interaktif

Transformasi Digital, Siswa SMAN 3 Selayar Belajar AI dan Bahasa Inggris Interaktif
Peserta Workshop Belajar AI & English Speaking dengan Platform Nearpod Berbasis AI. (Foto: Ist)
Bacakan Artikel

Mengembangkan Literasi AI untuk Masa Depan Digital yang Etis

Sepanjang hari, peserta workshop diajak menyelami dunia kecerdasan buatan yang kian meresap dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disuguhkan mencakup pengenalan konsep dasar AI, mulai dari definisi hingga prinsip kerjanya, serta jenis-jenis AI yang sering digunakan dalam aplikasi dan layanan digital, seperti asisten virtual, sistem rekomendasi, hingga teknologi pengenalan wajah.

Lebih dari sekadar pengenalan teknis, para siswa juga dibekali kemampuan kritis untuk mengenali dan mengidentifikasi konten manipulatif seperti deepfake dan hoaks berbasis AI, yang semakin marak beredar di berbagai platform digital. Pemahaman ini sangat penting guna membentuk generasi digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi serta menyebarkan informasi di jagat maya, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan etika penggunaan teknologi.

Narasumber dari UNM, yakni Dr. Nur Aeni, S.Pd., M.Pd., bersama timnya Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum dan Dr. Musdalifah, S.Pd., M.Pd., secara bergantian memberikan penjelasan yang mudah dicerna dan relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa, membuat topik yang kompleks menjadi lebih menarik.

Salah satu sesi yang paling berhasil menarik perhatian dan memicu antusiasme peserta adalah penggunaan platform pembelajaran interaktif Nearpod berbasis AI. Melalui Nearpod, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, melainkan langsung diajak mempraktikkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka dalam berbagai skenario yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri.

Aktivitas-aktivitas tersebut meliputi self-introduction (perkenalan diri), picture description (mendeskripsikan gambar dengan kosakata yang tepat), opinion sharing (berbagi opini dan berargumentasi sederhana), hingga role-play simulasi percakapan nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti memesan makanan atau bertanya arah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: