PusGita: Jembatan Pengetahuan ke Kaki Gunung Sulawesi, Ribuan Buku Digital Tanpa Jaringan

PusGita: Jembatan Pengetahuan ke Kaki Gunung Sulawesi, Ribuan Buku Digital Tanpa Jaringan
PusGita: Jembatan Pengetahuan ke Kaki Gunung Sulawesi, Ribuan Buku Digital Tanpa Jaringan -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Harapan Baru dari Kaki Gunung

Olifia Rombot, PIC BINUS University yang turut mendampingi implementasi di lapangan, mengungkapkan komitmen lembaganya. "Pendidikan yang berkualitas seharusnya dapat diakses oleh setiap anak Indonesia, tanpa dibatasi oleh kondisi geografis maupun keterbatasan infrastruktur," tegasnya.

"Melalui PusGita, kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, namun mampu memberikan dampak besar. Kami berharap perpustakaan digital ini dapat menjadi ruang belajar baru yang menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik."

Di sudut lain, Direktur Yayasan Pendidikan Lontara Hijau, Yohanes Benediktus, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Matanya memancarkan optimisme. "Anak-anak di sekolah kaki gunung memiliki semangat belajar yang luar biasa. Namun, mereka masih menghadapi keterbatasan akses internet yang membuat kesempatan memperoleh sumber belajar digital menjadi tidak mudah," ujarnya. Yohanes melihat PusGita lebih dari sekadar perangkat teknologi.

"Keunggulan utama PusGita adalah seluruh koleksi buku dan materi pembelajarannya dapat diakses tanpa internet. Ini bukan sekadar perangkat, tetapi jembatan yang menghubungkan anak-anak di pelosok dengan dunia pengetahuan," lanjutnya. "Kami berharap setiap anak dapat tumbuh dengan mimpi yang lebih besar, memiliki akses belajar yang setara, dan percaya bahwa tempat mereka dilahirkan tidak akan membatasi masa depan mereka."

Membangun Masa Depan Melalui Literasi

Sejak pertama kali dikembangkan, PusGita telah didistribusikan ke lebih dari 80 titik desa di berbagai wilayah Indonesia, membentang dari Aceh hingga Papua. Jejak inovasi ini menjadi bukti nyata upaya pemerataan akses pendidikan di tengah tantangan infrastruktur digital yang masih masif.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: