Pondasi Desa Bukan Beton, Melainkan Karakter

Pondasi Desa Bukan Beton, Melainkan Karakter
Pondasi Desa Bukan Beton, Melainkan Karakter - Foto: Pribadi
Bacakan Artikel

Sejarah mencatat banyak peradaban besar runtuh bukan karena kekurangan harta, melainkan karena kehilangan karakternya sendiri. Desa pun tak berbeda. Jalan yang rusak bisa diperbaiki, gedung yang tua bisa dibangun kembali, anggaran yang kecil bisa ditingkatkan. Namun jika kepercayaan hilang dan karakter runtuh, seluruh bangunan pembangunan akan berdiri di atas tanah yang rapuh.

Sebab pada akhirnya, pondasi terdalam sebuah desa bukanlah beton, bukan pula baja, dan bukan jumlah uang yang masuk ke kas desa. Pondasi terkuat sebuah desa adalah karakter masyarakatnya. Dan jika karakter itu kita jaga bersama dengan penuh kesadaran, desa tak hanya menjadi tempat kita berteduh dan mencari nafkah—ia akan tumbuh menjadi tempat lahirnya peradaban yang mulia.

Pilih Halaman: