Membongkar Siasat Dry Ice Melawan Kabut Asap Fakta Ilmiah di Balik Penanganan Darurat Lingkungan

Membongkar Siasat Dry Ice Melawan Kabut Asap  Fakta Ilmiah di Balik Penanganan Darurat Lingkungan
Dry ice, - Foto: Ilustrasi/alodokter
Bacakan Artikel

Ketika partikel dry ice dijatuhkan atau disebarkan ke dalam awan atau kabut yang mengandung tetesan air superdingin, suhu di sekitar partikel dry ice tersebut akan turun drastis secara lokal. Penurunan suhu yang ekstrem ini menyebabkan tetesan air superdingin membeku secara instan dan membentuk kristal-kristal es. Proses ini disebut "nukleasi homogen" atau "nukleasi sekunder" jika kristal es yang terbentuk kemudian memicu pembekuan tetesan air superdingin di sekitarnya. Kristal-kristal es yang baru terbentuk ini kemudian bertindak sebagai inti kondensasi atau inti pembeku yang sangat efisien. Mereka akan mulai tumbuh dengan cepat melalui proses Bergeron-Findeisen, di mana uap air dari tetesan air superdingin di sekitarnya akan menguap dan langsung mengendap pada permukaan kristal es, membuatnya semakin besar. Ketika kristal es ini mencapai ukuran dan berat yang cukup, ia akan jatuh ke bumi sebagai presipitasi, baik dalam bentuk salju atau, jika melewati lapisan udara yang lebih hangat, akan mencair menjadi hujan. Dalam konteks menghilangkan kabut air, prinsipnya serupa: dry ice mengubah tetesan air kabut menjadi kristal es yang kemudian jatuh ke bawah, membersihkan udara dari kabut.

Mengukur Efektivitas Dry Ice untuk Kabut Asap Partikulat dan Tantangannya

Meskipun mekanisme dry ice untuk memicu hujan atau menghilangkan kabut air sudah dipahami dengan baik dan terbukti efektif dalam kondisi tertentu, penerapannya untuk menangani "kabut asap" yang didominasi partikel padat membutuhkan tinjauan yang lebih hati-hati. Kabut asap, khususnya yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut, secara fundamental berbeda dari kabut air. Kabut asap sebagian besar terdiri dari partikel padat mikroskopis seperti jelaga, abu, dan senyawa organik mudah menguap, bukan tetesan air cair. Perbedaan komposisi inilah yang menjadi kunci dalam menilai efektivitas dry ice.

Dry ice tidak memiliki kemampuan untuk secara langsung menghilangkan atau menetralisir partikel-partikel padat penyebab kabut asap. Ia tidak dapat mengubah jelaga menjadi es atau menyebabkan partikel debu mengendap secara langsung melalui proses nukleasi beku. Efek "pembersihan" yang mungkin ditawarkan oleh dry ice terhadap kabut asap hanyalah secara tidak langsung, yakni melalui induksi hujan. Jika dry ice berhasil memicu hujan di area yang diselimuti kabut asap, maka tetesan air hujan tersebut dapat "mencuci" atau membawa turun partikel-partikel polutan dari atmosfer, sebuah proses yang dikenal sebagai "wet deposition" atau pencucian basah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: