Kisah Rakyat Bulukumba Hidup Kembali, Antar Siswi SD 58 Tanete Juarai Lomba Bertutur

Cerita rakyat Bulukumba kembali mencuri perhatian di panggung literasi. Lewat kisah Asal Muasal Bonto Bulaeng yang diadaptasi dari buku Samindara: Antologi Cerita Rakyat dari Bumi Panritalopi, siswi SD 58 Tanete, Andi Mutiara Ramadhanti, meraih Juara 1 Lomba Bertutur tingkat Kecamatan Bulukumpa dan melaju ke tingkat Kabupaten Bulukumba. Di balik kemenangan itu, tersimpan kisah estafet prestasi, dari buku, guru, hingga siswa yang saling menginspirasi.

Kisah Rakyat Bulukumba Hidup Kembali, Antar Siswi SD 58 Tanete Juarai Lomba Bertutur
Andi Mutiara Ramadhanti (Kanan) Siswa SD 58 Tanete, Jura 1 Lomba Bertutur Tingkat kecamatan Bulukumpa. (Foto:ist)
Bacakan Artikel

Tahun lalu (2025), prestasi serupa ditorehkan oleh kakak kelasnya, Ahmad Dihyah Afian. Menggunakan buku panduan yang sama—Samindara—Dihyah sukses meraih Juara 2 Lomba Bertutur tingkat Kabupaten lewat kisah "Asal Muasal Sungai Balangtieng". Dihyah bahkan mencatatkan namanya di posisi 5 besar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk kategori Dongeng Bahasa Bugis.

Menjelang lomba tahun ini, Dihyah turun tangan langsung menggembleng mental sang adik kelas. Ia berbagi trik mengatasi demam panggung, mengatur napas, hingga menjaga kontak mata dengan audiens.

"Saya selalu bilang ke Andi supaya jangan terlalu fokus menghafal. Yang paling penting itu paham ceritanya, supaya penyampaiannya natural," tiru Dihyah. Kehadiran Dihyah terbukti menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi kepercayaan diri Andi.

Merawat Identitas Budaya Sejak Dini

Keberhasilan SD 58 Tanete menembus kompetisi daerah secara konsisten menujukkan komitmen sekolah yang kuat dalam literasi. Kepala SD 58 Tanete, Nasrul, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa cerita rakyat adalah media terbaik untuk mempertemukan anak-anak dengan akar budayanya sendiri.

"Kami melihat cerita rakyat Bulukumba bukan hanya sebagai bahan lomba, tetapi sebagai sarana membangun kecintaan terhadap budaya dan literasi sejak dini," jelas Nasrul.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: