Kisah Rakyat Bulukumba Hidup Kembali, Antar Siswi SD 58 Tanete Juarai Lomba Bertutur

Cerita rakyat Bulukumba kembali mencuri perhatian di panggung literasi. Lewat kisah Asal Muasal Bonto Bulaeng yang diadaptasi dari buku Samindara: Antologi Cerita Rakyat dari Bumi Panritalopi, siswi SD 58 Tanete, Andi Mutiara Ramadhanti, meraih Juara 1 Lomba Bertutur tingkat Kecamatan Bulukumpa dan melaju ke tingkat Kabupaten Bulukumba. Di balik kemenangan itu, tersimpan kisah estafet prestasi, dari buku, guru, hingga siswa yang saling menginspirasi.

Kisah Rakyat Bulukumba Hidup Kembali, Antar Siswi SD 58 Tanete Juarai Lomba Bertutur
Andi Mutiara Ramadhanti (Kanan) Siswa SD 58 Tanete, Jura 1 Lomba Bertutur Tingkat kecamatan Bulukumpa. (Foto:ist)
Bacakan Artikel

Menghidupkan Jiwa Cerita, Bukan Sekadar Menghafal

Bagi Andi, panggung bertutur bukan tempat untuk sekadar mengeja hafalan naskah. Selama berminggu-minggu, ia melatih diri untuk menyelami karakter, suasana, dan pesan moral tentang kebijaksanaan serta hubungan manusia dengan alam yang tersirat dalam legenda Bonto Bulaeng.

"Saya berusaha memahami ceritanya terlebih dahulu sebelum menghafalnya. Kalau sudah memahami isi cerita, lebih mudah membawakannya dengan ekspresi dan perasaan," ungkap Andi polos namun sarat visi.

Di balik layar, ada sentuhan dingin dari sang guru pembimbing, Nurfitriani Yunus. Ia menekankan bahwa kunci utama bertutur adalah bagaimana membawa pendengar ikut "masuk" ke dalam dimensi cerita.

"Kami melatih intonasi, ekspresi wajah, gerak tubuh, hingga bagaimana membangun suasana. Yang membuat Andi menonjol adalah kemamuannya menangkap emosi cerita secara alami," puji Nurfitriani.

Estafet Inspirasi: Dari Ahmad Dihyah untuk Andi Mutiara

Menariknya, kemenangan Andi bukanlah sebuah kebetulan tunggal. Ada cerita "estafet prestasi" yang manis di balik layar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: