Ketika Padi Lokal Pergi, Ritual dan Cara Memandang Alam Ikut Bergeser

Ketika Padi Lokal Pergi, Ritual dan Cara Memandang Alam Ikut Bergeser
Ketika Padi Lokal Pergi, Ritual dan Cara Memandang Alam Ikut Bergeser. (Foto: Pexels.com)
Bacakan Artikel

Warisan Biokultural yang Sangat Rentan Hilang

Di sejumlah komunitas adat, praktik menjaga padi lokal telah berlangsung secara turun-temurun, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Contoh nyata dapat ditemukan pada Komunitas Kasepuhan dan Baduy, di mana lumbung tradisional tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan pangan.

Lebih dari itu, lumbung adalah bagian vital dari sistem perlindungan benih, pengetahuan lokal, dan keberlanjutan hidup masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat adat ini memiliki kearifan lokal dalam memastikan padi dan benih tetap terjaga dalam waktu lama, termasuk melalui praktik penyimpanan tradisional dan penggunaan jenis tumbuhan tertentu sebagai bahan pengawet alami di dalam lumbung.

Cindy menjelaskan lebih lanjut bahwa praktik semacam ini merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan biokultural yang hidup dan berkembang dalam masyarakat adat. Warisan biokultural, menurutnya, tidak hanya berbicara tentang keanekaragaman hayati semata, tetapi juga mencakup relasi mendalam antara manusia dan alam, bahasa yang digunakan, praktik-praktik adat, spiritualitas, serta lanskap tempat masyarakat hidup.

“Ada keterkaitan antara alam dan budaya, antara alam dan manusia. Ketika bicara soal biokultural, berarti kita bicara tentang relasi, bahasa, praktik, spiritualitas, dan lanskap yang lebih besar,” katanya, mempertegas kompleksitas konsep ini.

Lebih jauh, Cindy menyampaikan keprihatinannya bahwa ketika manusia kehilangan rasa keterhubungan dengan alam, maka alam akan lebih mudah dipandang sebagai objek yang hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pandangan instrumental semacam ini sangat berbahaya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: