Hanif Faisol Ajak GEMABUDHI Jadikan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Hanif Faisol Ajak GEMABUDHI Jadikan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional
Bacakan Artikel

โ€ŽSelain peningkatan produksi, strategi ketahanan pangan juga perlu mencakup peningkatan produktivitas lahan, efisiensi distribusi, diversifikasi pangan, pemanfaatan teknologi, penguatan petani, serta pengembangan ekonomi desa.

Dalam konteks tersebut, desa dan koperasi dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ketahanan pangan. Penguatan ekonomi desa dapat memperpendek rantai distribusi, meningkatkan nilai tambah produk, mengurangi ketergantungan terhadap perantara, serta memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama dalam sistem ekonomi dan pangan.

Namun, pembangunan ketahanan pangan tidak akan berjalan optimal tanpa integritas dan tata kelola yang baik. Hanif menekankan bahwa tantangan Indonesia bukan semata-mata terletak pada keterbatasan sumber daya, melainkan pada bagaimana seluruh potensi tersebut dikelola secara efektif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

โ€Žโ€œIndonesia memiliki banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi negara yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana memastikan seluruh potensi tersebut dikelola dengan tata kelola yang baik dan integritas,โ€ menjadi salah satu pesan penting dalam sesi tersebut.

โ€ŽBagi generasi muda, khususnya kader GEMABUDHI, isu ketahanan pangan perlu dipahami sebagai bagian dari wawasan kebangsaan. Generasi muda tidak hanya dituntut memahami persoalan pangan secara teoritis, tetapi juga mampu membawa pengetahuan tersebut ke daerah masing-masing dan mendorong lahirnya solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketahanan pangan juga memiliki keterkaitan erat dengan berbagai isu strategis, mulai dari perubahan iklim, ekonomi, tata ruang, teknologi, kesejahteraan petani, hingga keberlanjutan pembangunan. Karena itu, pemahaman terhadap isu pangan perlu dibangun secara komprehensif dan lintas sektor.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: