Emil Atmajaya: Kecerdasan Emosional Menjadi Fondasi Penting dalam Kepemimpinan

Emil Atmajaya: Kecerdasan Emosional Menjadi Fondasi Penting dalam Kepemimpinan
Bacakan Artikel

Menurutnya, langkah awal dalam membangun kecerdasan emosional adalah mengembangkan emotional literacy, yaitu kemampuan untuk mengenali dan memberi nama terhadap emosi yang sedang dirasakan. Kemampuan ini menjadi penting karena seseorang akan lebih sulit mengelola sesuatu yang tidak mampu diidentifikasi.

Dalam konteks kepemimpinan, kesadaran emosional memiliki peran penting karena pemimpin dihadapkan pada berbagai tekanan, konflik, serta situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Ketidakmampuan mengenali emosi dapat mendorong seseorang memberikan respons secara impulsif. Sebaliknya, kesadaran emosional memungkinkan seseorang mengambil jeda, memahami situasi, dan memilih respons yang lebih tepat.

Peserta juga diajak memahami perbedaan antara emosi dan perasaan. Emosi dapat muncul sebagai respons awal terhadap suatu situasi, sedangkan perasaan dapat berkembang melalui proses pemaknaan yang dilakukan oleh pikiran. Dengan demikian, cara seseorang memandang dan memaknai suatu peristiwa turut memengaruhi pengalaman emosional yang dirasakan.

โ€Žโ€œChange your mind, change your life,โ€ menjadi salah satu prinsip yang ditekankan dalam sesi tersebut. Emil menjelaskan bahwa perubahan cara berpikir dapat memengaruhi cara seseorang merespons berbagai situasi dan mengelola pengalaman batinnya.

Selain pemaparan konseptual, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui berbagai latihan untuk meningkatkan kesadaran emosional peserta. Peserta diajak merefleksikan emosi yang dirasakan, mengenali pemicunya, serta mempraktikkan latihan pernapasan sebagai salah satu cara untuk mengembalikan kesadaran dan menenangkan diri ketika menghadapi tekanan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: