Edukasi Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini, Wujudkan Generasi Peduli Sampah Plastik

Edukasi Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini, Wujudkan Generasi Peduli Sampah Plastik
Edukasi Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini, Wujudkan Generasi Peduli Sampah Plastik
Bacakan Artikel

Dalam sesi berikutnya, para siswa diajak untuk memahami lebih jauh tentang mikroplastik. Mereka diperkenalkan dengan lima jenis mikroplastik utama melalui media patung edukatif berwarna-warni yang menarik perhatian. Kelima jenis tersebut meliputi fiber (berwarna hijau) yang berasal dari serat kain sintetis, filamen (biru) yang merupakan pecahan dari plastik tipis seperti kantong kresek, fragmen (kuning) yang terbentuk dari pecahan plastik keras seperti tutup botol dan kemasan sachet, granul (merah muda) yang berasal dari butiran mikroplastik pada produk perawatan diri, serta foam yang merupakan hasil degradasi dari styrofoam.

Penjelasan detail ini membuka wawasan siswa tentang bentuk dan sumber mikroplastik yang ada di sekitar mereka. Pemahaman mengenai bahaya mikroplastik ternyata bukan hal baru bagi sebagian siswa SDIT El Haq. Farukh, siswa kelas 6, menjelaskan bahwa sekolahnya telah lama menerapkan kebijakan ketat dalam pengurangan plastik sekali pakai.

"Di SDIT El Haq kami diwajibkan membawa botol minum (tumbler) dari rumah dan tidak boleh menggunakan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai. Botol plastik sekali pakai kalau sering terkena panas atau diremas bisa melepaskan partikel mikroplastik," jelas Farukh, menunjukkan tingkat pemahaman yang cukup mendalam.

Senada dengan Farukh, Adam, siswa kelas 6 lainnya, menambahkan bahwa ia sudah mengetahui bahaya mikroplastik setelah membaca buku komik edukasi.

"Aku sudah tahu bahaya mikroplastik setelah baca buku komik. Mikroplastik bisa membuat orang sakit dan membuat lingkungan menjadi kotor," katanya, menyoroti pentingnya media edukasi yang sesuai usia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: