DLHK Bulukumba Ubah Penagihan Retribusi Sampah Jadi Ajang Sosialisasi Digitalisasi dan Dialog Warga di Paenre Lompoe

DLHK Bulukumba Ubah Penagihan Retribusi Sampah Jadi Ajang Sosialisasi Digitalisasi dan Dialog Warga di Paenre Lompoe
DLHK Bulukumba Ubah Penagihan Retribusi Sampah Jadi Ajang Sosialisasi Digitalisasi dan Dialog Warga di Paenre Lompoe - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Tidak hanya itu, setiap kunjungan petugas juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan suara masyarakat. Warga diberikan ruang untuk menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan apabila terdapat hal-hal yang dirasakan belum optimal dalam pelayanan persampahan oleh DLHK Kabupaten Bulukumba. Dengan demikian, kegiatan penagihan tidak berhenti pada urusan administrasi pembayaran, tetapi berkembang menjadi proses komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan dan penerima layanan.

Membangun Pelayanan Partisipatif dan Lingkungan Bersih

Dari Desa Paenre Lompoe, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DLHK Bulukumba untuk membangun pelayanan persampahan yang lebih partisipatif. Ketika pembayaran retribusi berjalan tertib, sistem digital mulai dimanfaatkan, dan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan serta saran, maka pelayanan persampahan dapat terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Pada akhirnya, kebersihan lingkungan dipandang bukan hanya tanggung jawab petugas. Ia merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah, petugas pelayanan, dan masyarakat. Melalui penagihan yang disertai sosialisasi, digitalisasi pembayaran, serta keterbukaan terhadap aspirasi warga, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa membayar retribusi adalah kontribusi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan pelayanan persampahan yang berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2