AJI dan Masyarakat Sipil Sulsel Desak Presiden Prabowo Minta Maaf soal Pernyataan 'Londo Ireng'

AJI dan Masyarakat Sipil Sulsel Desak Presiden Prabowo Minta Maaf soal Pernyataan 'Londo Ireng'
Aksi Makassar Bersuara! Kami Muak Prabowo! Kami bukan Londo Ireng, (Doc: Credit Aji Makassar)
Bacakan Artikel

‎"MBG tidak menyejahterakan kebanyakan orang. Hanya menguntungkan segelintir orang," kata Mira.

‎Mira menjelaskan bahwa dalam konteks sejarah, istilah "londo ireng" merujuk pada pengkhianat bangsa. Karena itu, penyematan stigma tersebut terhadap kelompok yang menyampaikan kritik dinilai sebagai bentuk pelabelan yang merendahkan warga negara yang menjalankan hak konstitusionalnya.

‎"Ini menjadi salah satu titik terendah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang kritis," ungkapnya.

‎Ia menilai, alih-alih menjawab kritik dengan solusi, pemerintah justru memberikan stigma kepada kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

"Di mana ketika kita mengkritik malah diberikan cap londo ireng. Bukannya menghadirkan solusi malah menstigmatisasi," ujarnya.

Berangkat dari berbagai kebijakan dan pernyataan pejabat pemerintah, Mira menegaskan bahwa kekecewaan masyarakat semakin menguat.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: