Transformasi Ukhuwah: JK Serukan Umat Islam Fokus pada Kemajuan IPTEK dan Kemandirian Ekonomi

Transformasi Ukhuwah: JK Serukan Umat Islam Fokus pada Kemajuan IPTEK dan Kemandirian Ekonomi
MUI Silaturahmi Nasional: JK Dorong Ukhuwah Melahirkan Ilmu Pengetahuan dan Kesejahteraan. (Foto: Ist)
Bacakan Artikel

Dalam kesempatan tersebut, JK memberikan contoh konkret mengenai pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyoroti kemampuan Iran dalam mempertahankan diri dari tekanan negara-negara besar dunia, yang menurutnya merupakan hasil nyata dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni.

"Bangsa yang menguasai ilmu dan teknologi akan memiliki martabat. Ibadah harus berjalan seimbang dengan penguasaan ilmu pengetahuan agar umat memiliki kekuatan dan kehormatan," tegasnya, mengingatkan bahwa kekuatan spiritual harus diimbangi dengan kekuatan intelektual dan inovatif.

Mendorong visi ini, JK secara khusus mengajak pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk menyeimbangkan kurikulum pendidikan agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan modern. Menurutnya, kemajuan di dunia ini akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi kehidupan umat, sekaligus mendukung persiapan untuk kehidupan akhirat. Integrasi ilmu agama dan ilmu umum diharapkan mampu mencetak generasi Muslim yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga kompeten dan inovatif.

Selain fokus pada pendidikan dan teknologi, JK juga menggarisbawahi perlunya organisasi keagamaan untuk memperluas orientasi perjuangannya. Ia menyerukan agar organisasi-organisasi tersebut tidak hanya terpaku pada upaya menjaga persatuan, tetapi juga aktif dalam membangun kemandirian ekonomi umat. JK menyoroti fakta yang memprihatinkan mengenai masih rendahnya daya saing ekonomi umat Islam dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya.

"Kita sering mengajarkan zakat, tetapi belum banyak mengajarkan bagaimana agar umat mampu menjadi pembayar zakat," sindir JK, menekankan perlunya edukasi dan program pemberdayaan ekonomi yang lebih masif.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: