Tingkatkan Produktivitas dan Kesehatan, Fisioterapi Unhas Bekali Wanita Tani Bulukumba dengan Ergonomi Kerja

Tingkatkan Produktivitas dan Kesehatan, Fisioterapi Unhas Bekali Wanita Tani Bulukumba dengan Ergonomi Kerja
Tim PKM dari Fisioterapi Unhas Bekali Wanita Tani Bulukumba dengan Ergonomi Kerja
Bacakan Artikel

"Kami menyadari bahwa keluhan muskuloskeletal ini bukan hanya karena aktivitas kerja yang berat, tetapi juga karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana posisi tubuh yang benar saat bekerja dan pentingnya latihan fisik. Melalui program ini, kami berharap para ibu-ibu KWT Mawar tidak hanya memahami cara bekerja yang lebih aman, tetapi juga terbiasa melakukan latihan sederhana yang dapat mengurangi risiko nyeri sekaligus menjaga produktivitas mereka," ungkap Nurhikmawaty, menekankan esensi dari kegiatan tersebut.

Kegiatan ini melibatkan tim ahli yang solid, terdiri dari dosen S1 Fisioterapi, yakni Nurhikmawaty Hasbiah, S.Ft., Physio., M.Kes., Riskah Nurโ€™amalia, S.Ft., Physio., M.Biomed., Ph.D., Dr. Andi Rizky Arbaim Hasyar, S.Ft., Physio., bersama dosen Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Dr. Andi Agus Numang, S.KM., serta dukungan penuh dari lima mahasiswa S1 Fisioterapi. Kolaborasi ini memastikan materi dan praktik yang diberikan relevan, komprehensif, dan mudah dipahami oleh peserta.

Rangkaian program diawali pada hari pertama dengan sesi penyuluhan interaktif mengenai risiko gangguan muskuloskeletal yang umum terjadi akibat aktivitas bertani. Para peserta diajak untuk memahami dampak dari posisi tubuh yang salah saat mencangkul, menanam, dan mengangkat beban.

Tim juga memperagakan teknik kerja yang lebih aman dan ergonomis, fokus pada cara mengurangi risiko cedera pada punggung bawah, bahu, dan lutut. Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, setiap peserta juga menerima poster berisi panduan ergonomi kerja yang dapat ditempel di rumah atau di lahan pertanian sebagai pengingat.

Memasuki hari kedua, kegiatan semakin intensif dengan pemutaran video edukasi yang menjelaskan secara visual teknik mengangkat beban yang benar serta latihan sederhana untuk menurunkan risiko jatuh. Selanjutnya, peserta diajak aktif mengikuti pelatihan peregangan dan penguatan otot. Latihan ini secara khusus menargetkan otot-otot penyangga postur tubuh yang sangat vital saat bekerja di lahan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: