Tak Lagi Tertahan di RS, Pasien Terlantar di RSUD Daya Makassar Kini Lebih Cepat Pulang

Tak Lagi Tertahan di RS, Pasien Terlantar di RSUD Daya Makassar Kini Lebih Cepat Pulang

Tak Lagi Tertahan di RS, Pasien Terlantar di RSUD Daya Makassar Kini Lebih Cepat Pulang
Bacakan Artikel

Sejalan dengan inovasi sistem, RSUD Daya juga terus membenahi fasilitasnya. Rumah sakit tipe B dengan kapasitas 270 tempat tidur ini telah dilengkapi fasilitas radiologi modern seperti USG, X-Ray, CT Scan, serta laboratorium canggih yang dikelola tenaga profesional.

Saat ini, RSUD Daya bahkan sedang mempersiapkan layanan Cathlab (Catheterization Laboratory). Fasilitas bantuan Kementerian Kesehatan ini berfungsi untuk mendiagnosis dan menangani penyakit jantung tanpa bedah terbuka, dan kini sedang dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dokter Any menegaskan, RSUD Daya berkomitmen memberikan pelayanan yang inklusif dan setara. Tidak ada diskriminasi pelayanan antara pasien umum, peserta BPJS mandiri, maupun BPJS PBI. Perbedaan hanya terletak pada fasilitas kelas kamar rawat inap saja.

Keunggulan lain RSUD Daya adalah tetap menerima pasien terlantar walau berasal dari luar Kota Makassar berkat dukungan Jamkesda Pemkot Makassar. Jika ada rekomendasi Dinsos, seluruh biaya rawat digratiskan, dan setelah sembuh akan dikoordinasikan untuk pemulangan ke daerah asal.

Namun, dr. Any mengingatkan syarat Jamkesda tetap berlaku ketat bagi warga Makassar tidak mampu, yakni wajib membuktikan dokumen kependudukan resmi serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Selain pasien terlantar, GELIAT juga mendukung penanganan pasien gangguan jiwa. RSUD Daya telah bekerja sama dengan RS Sayang Rakyat dan RS Dadi untuk rujukan lanjutan, serta tengah menyiapkan ruang transit khusus di IGD untuk penanganan sementara.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: