SMA Muhammadiyah Conservation Diresmikan, Abdul Mu'ti Tekankan Kecerdasan Ekologis

SMA Muhammadiyah Conservation Diresmikan, Abdul Mu'ti Tekankan Kecerdasan Ekologis
SMA Muhammadiyah Conservation Diresmikan, Abdul Mu'ti Tekankan Kecerdasan Ekologis
Bacakan Artikel

Perjalanan SMAMCO Manokwari merupakan kisah inspiratif tentang gotong royong dan komitmen. Dirintis dari sebuah bangunan bekas klinik sekitar satu tahun lalu, SMAMCO kini telah berkembang pesat menjadi 13 bangunan sekolah beserta fasilitas pendukungnya. Hebatnya, seluruh pembangunan ini berhasil diselesaikan secara swadaya dan gotong royong hanya dalam waktu empat bulan, menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.

Apresiasi juga datang dari Direktur EcoBhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, yang menekankan bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi gerakan bersama lintas agama dan generasi. “Krisis iklim dan kerusakan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan teori. Anak-anak harus dibiasakan hidup bersama alam, memahami ekosistemnya, dan membangun kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya. Penyusunan Kurikulum Pembelajaran Konservasi Berbasis Kearifan Lokal Papua Barat di SMAMCO ini mendapat dukungan penuh dari WWF Indonesia, yang diwakili oleh Diah Suradiredja, Head of Policy and Advocacy, dan Ratna Dewi, Nasional Project Coordinator Together for People and Planet (ToPP).

Kehadiran SMAMCO Manokwari diharapkan menjadi mercusuar pendidikan konservasi, tidak hanya di Papua Barat tetapi juga di seluruh Indonesia. Dengan memadukan nilai-nilai agama, sains, dan kearifan lokal, sekolah ini berpotensi mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis tinggi dan komitmen kuat terhadap kelestarian alam sebagai warisan berharga bagi masa depan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2