Sapi Nyemplung di Kolam Lindi TPA Antang, Aktivis Lingkungan: Alarm Keras Pengawasan di Makassar

Sapi Nyemplung di Kolam Lindi TPA Antang, Aktivis Lingkungan: Alarm Keras Pengawasan di Makassar
Sapi nyemplung di kolam lindi TPA Tamangapa.
Bacakan Artikel

Intens.id Makassar– Seekor sapi dilaporkan terperosok ke dalam kolam lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, Senin (25/5/2026) siang, sekitar pukul 11.00-12.00 Wita. Insiden tragis ini langsung memicu keprihatinan mendalam, terutama dari Ketua LSM Lingkungan Hidup Forum Komunitas Hijau (FKH), Achmad Yusran, yang menilai peristiwa tersebut sebagai alarm keras atas tata kelola persampahan dan pengawasan di fasilitas vital kota.

Yusran menyatakan rasa mirisnya yang mendalam atas kejadian ini. Menurutnya, peristiwa sapi nyemplung di kolam lindi bukan sekadar insiden teknis, melainkan cerminan persoalan serius yang menyangkut keselamatan lingkungan, kesehatan makhluk hidup, dan kualitas pengawasan di lapangan. Ironisnya, kejadian ini terjadi di tengah upaya pemulihan serta pembinaan dan pengawasan yang sedang dilakukan oleh Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap TPA Antang.

Kolam lindi, atau leachate pond, bukanlah area biasa. Ia menyimpan cairan limbah dengan risiko sangat tinggi, tidak hanya bagi hewan, tetapi juga manusia dan ekosistem sekitar. Cairan ini mengandung berbagai zat berbahaya hasil dari proses dekomposisi sampah, yang jika terpapar dapat menyebabkan dampak kesehatan serius dan kerusakan lingkungan. Tragisnya, sering kali makhluk yang tidak punya suara untuk membela diri menjadi korban pertama dari kelalaian sistem pengamanan dan pengawasan.

Menyikapi insiden ini, Achmad Yusran secara tegas menyampaikan pesannya kepada Wali Kota Makassar. “Pak Wali Kota Makassar, sapi yang nyemplung di kolam lindi TPA Antang ini bukan sekadar insiden. Ini alarm keras bahwa pengawasan dan tata kelola persampahan kita masih menyisakan celah serius,” ujar Yusran dengan nada prihatin. Ia mempertanyakan tingkat keamanan sistem pengelolaan sampah jika area limbah berbahaya bisa diakses bebas oleh hewan.

“Kalau area limbah berbahaya saja bisa diakses bebas oleh hewan, lalu seberapa aman sebenarnya sistem pengelolaan di sana? Jangan sampai pemulihan hanya terdengar bagus dalam laporan, tetapi realitas di lapangan masih tragis dan memprihatinkan,” imbuhnya. Yusran menekankan bahwa insiden ini harus menjadi pemicu untuk peninjauan ulang yang komprehensif terhadap sistem pengamanan dan pengawasan di TPA Antang.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2