Ritual Andingingi Awali Rangkaian Festival Pinisi 2026, Teguhkan Harmoni Manusia dan Alam

Ritual Andingingi Awali Rangkaian Festival Pinisi 2026, Teguhkan Harmoni Manusia dan Alam
Ritual Andingingi Awali Rangkaian Festival Pinisi 2026, Teguhkan Harmoni Manusia dan Alam
Bacakan Artikel

โ€œRitual Andingingi ini merupakan tradisi yang terus kami lestarikan. Maknanya adalah menjaga keharmonisan antara alam dan masyarakat, agar kehidupan senantiasa tenteram, damai, serta masyarakat memperoleh rezeki yang berlimpah,โ€ jelas Zulkarnain.

Ia menambahkan, pelaksanaan ritual Andingingi tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapi harus melalui persetujuan Ammatoa selaku pemimpin adat Kajang. Prosesi ritual juga dilaksanakan di beberapa lokasi sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah disepakati dalam tatanan adat.

Kehadiran Ritual Andingingi sebagai pembuka Festival Pinisi XVI menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Kajang kepada khalayak luas.ย 

Tradisi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana nilai-nilai adat tetap hidup dan menjadi pedoman masyarakat dalam menjaga keseimbangan kehidupan serta kelestarian lingkungan.

Selain Ritual Andingingi, Festival Pinisi XVI Tahun 2026 juga menghadirkan beragam tradisi dan pertunjukan budaya khas Kajang. Di antaranya Angngaru Kajang, Tari Pabitte Passapu yang dibawakan oleh para tetua adat Kajang, Tunu Panroli, Pa Basing, Kelong Jaga, demonstrasi pembuatan sarung Kajang asli, serta sajian kue khas Kajang.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: