PKKMB UNIJA 2025 Usung Kampus Berdampak dengan Jargon “Wiraraja Paraten: Ajege Na’ Poto, Arabhet Bumi”

Intens.id - Sumenep – Universitas Wiraraja (Unija) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 di halaman kampus utama, Senin (25/8/2025). Sebanyak 1.100 mahasi...

PKKMB UNIJA 2025 Usung Kampus Berdampak dengan Jargon “Wiraraja Paraten: Ajege Na’ Poto, Arabhet Bumi”
Bacakan Artikel

intens.id Jalurdua.com Intens.id - Sumenep – Universitas Wiraraja (Unija) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 di halaman kampus utama, Senin (25/8/2025). Sebanyak 1.100 mahasiswa baru yang tersebar pada 19 program studi, tujuh fakultas, dan satu pascasarjana ikut serta dalam agenda tahunan ini.

Pembukaan berlangsung meriah dengan parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), prosesi pemukulan gong oleh Rektor, hingga pelepasan ribuan balon merah putih ke udara, bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-80. Suasana semakin spektakuler ketika panitia membentangkan tulisan raksasa bertuliskan PKKMB 2025 dengan ketinggian mencapai 9 meter.

Rektor Universitas Wiraraja, Dr. Sjaifurrachman, menyampaikan selamat datang kepada ribuan mahasiswa baru dan menegaskan bahwa Unija konsisten menjadi pilihan utama masyarakat Madura dalam menempuh pendidikan tinggi. “Selamat bergabung di Universitas Wiraraja, kampus unggul berwawasan kebangsaan. Kehadiran Anda semua adalah bukti kepercayaan masyarakat yang terus bertambah setiap tahunnya,” ujarnya.

Tahun ini, PKKMB Unija mengusung tema “Wiraraja Paraten: Harmoni Intelektual Muda dan Lingkungan” dengan jargon “Wiraraja Paraten: Ajege Na’ Poto, Arabhet Bumi”. Filosofi jargon tersebut bermakna menjaga jati diri sekaligus merawat bumi, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Rektor Sjaifurrachman, konsep Kampus Berdampak menempatkan perguruan tinggi bukan hanya sebagai tempat mencetak lulusan dan menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga agen perubahan sosial yang melahirkan inovasi serta solusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. “Kami ingin mahasiswa Unija tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka sosial, peduli lingkungan, dan mampu memberikan manfaat langsung di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2