Momentum HUT Bhayangkara ke-80, Pemerintah Desa Manyampa Berharap Sinergitas dengan Polri Makin Kokoh

Momentum HUT Bhayangkara ke-80, Pemerintah Desa Manyampa Berharap Sinergitas dengan Polri Makin Kokoh
Bacakan Artikel

Intens.id, Bulukumba – Pemerintah Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2026. Ucapan penuh apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mengayomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.

Abbas Madda mengungkapkan bahwa kehadiran Polri, khususnya jajaran Polres Bulukumba dan Polsek Ujung Loe, telah memberikan rasa aman yang luar biasa bagi warganya. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan pondasi utama dalam menggerakkan roda perekonomian serta pembangunan di tingkat desa. Melalui momentum peringatan sewindu usia Bhayangkara ini, Pemerintah Desa Manyampa berharap sinergitas antara aparatur desa, masyarakat, dan kepolisian dapat terus terjalin dengan kokoh demi kemajuan daerah.

Sebagai salah satu desa pesisir yang berada langsung di tepi Laut Flores, Desa Manyampa memiliki karakteristik wilayah yang membutuhkan perhatian keamanan khusus. Kehadiran personel kepolisian, terutama melalui peran aktif Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dinilai sangat krusial dalam mendampingi warga setempat. Rasa aman yang tercipta di wilayah ini terbukti mampu mendukung keberlangsungan aktivitas sosial dan optimalisasi berbagai potensi lokal yang melimpah.

Desa Manyampa sendiri dikenal luas sebagai wilayah yang kaya akan potensi alam dan ekowisata mandiri yang asri. Salah satu ikon kebanggaan desa ini adalah Hutan Wisata Mangrove Luppung. Destinasi eduwisata ini tidak hanya menyajikan panorama hutan bakau hijau yang menenangkan dengan fasilitas jembatan kayu dan spot foto menarik, tetapi juga memegang peranan ekologis yang sangat vital. Secara ekologi, hutan bakau ini berfungsi sebagai benteng alami untuk mencegah abrasi pantai, menjaga kelestarian ekosistem laut, serta menjadi habitat alami bagi pengembangbiakan ikan dan kepiting.

Lebih dari sekadar fungsi lingkungan, kawasan Mangrove Luppung yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Tempat ini telah bertransformasi menjadi ruang edukasi lingkungan bagi generasi muda, menciptakan lapangan kerja baru bagi warga lokal, dan mempererat semangat gotong royong komunitas dalam menjaga kelestarian alam. Abbas Madda menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan wisata berbasis komunitas ini tidak lepas dari situasi kamtibmas yang kondusif, yang memungkinkan para wisatawan berkunjung dengan aman dan nyaman.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow