Menyiapkan Guru Masa Depan Berjiwa Entrepreneur: Memaknai PKKMB Mahasiswa Baru PGSD FIP UNM

Menyiapkan Guru Masa Depan Berjiwa Entrepreneur: Memaknai PKKMB Mahasiswa Baru PGSD FIP UNM
Dok. PRIBADI
Bacakan Artikel
Harian Intens

Sederhana Mengabarkan

Intens.id, Oleh: Rahmat, S.Pd., M.Pd
Dosen Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Setiap tahun ajaran baru, kampus-kampus penyelenggara program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) selalu disibukkan dengan satu agenda rutin: Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, atau yang lebih akrab disingkat PKKMB. Bagi sebagian orang, kegiatan ini mungkin dianggap sekadar seremoni pembuka sebelum perkuliahan dimulai ”barisan mahasiswa berseragam rapi, sambutan pejabat kampus, dan sederet materi orientasi yang terkesan formalitas belaka. Namun, jika kita mau menelisik lebih dalam, PKKMB sesungguhnya adalah momentum strategis yang sayang jika hanya dimaknai sebagai seremoni.

Khusus bagi mahasiswa PGSD FIP UNM PKKMB semestinya menjadi pintu masuk pertama untuk menanamkan sebuah paradigma baru: bahwa menjadi guru sekolah dasar di masa depan bukan lagi sekadar profesi yang menuntut pengetahuan pedagogik semata, melainkan juga membutuhkan jiwa entrepreneur ”jiwa kewirausahaan yang lincah, kreatif, dan berani mengambil risiko demi menciptakan nilai tambah bagi pendidikan.

Guru SD di Persimpangan Zaman

Dunia pendidikan dasar hari ini berhadapan dengan tantangan yang jauh berbeda dari satu dekade silam. Disrupsi teknologi, kesenjangan literasi digital, hingga tuntutan pembelajaran yang lebih personal dan kontekstual memaksa guru SD untuk tidak lagi berperan sebagai penyampai materi semata. Guru masa depan dituntut menjadi perancang pengalaman belajar, pemecah masalah kreatif, sekaligus inovator yang mampu menghadirkan solusi atas keterbatasan sumber daya di sekolah masing-masing.

Di sinilah relevansi jiwa entrepreneur menjadi krusial. Entrepreneurship bukan melulu soal berdagang atau mencari keuntungan finansial. Dalam konteks pendidikan, jiwa entrepreneur berarti kemampuan mengenali peluang, berinisiatif menciptakan solusi dari keterbatasan, berani mencoba hal baru, serta memiliki daya tahan menghadapi kegagalan. Seorang guru SD yang berjiwa entrepreneur akan mampu menyulap keterbatasan alat peraga menjadi media pembelajaran kreatif, mengubah kelas yang monoton menjadi ruang eksplorasi, bahkan menginisiasi program-program kolaboratif yang melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar sekolah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: