Menakar Dampak Kebijakan Ekonomi Baru Pertengahan 2026 Terhadap Dompet Gen Z

Menakar Dampak Kebijakan Ekonomi Baru Pertengahan 2026 Terhadap Dompet Gen Z
Menakar Dampak Kebijakan Ekonomi Baru Pertengahan 2026 Terhadap Dompet Gen Z. - Foto: Ilustrasi
Bacakan Artikel

Selain itu, ada pula wacana mengenai penyesuaian iuran jaminan sosial atau skema retribusi baru yang bertujuan untuk memperkuat fondasi keuangan negara. Meskipun detail spesifik masih dalam tahap pembahasan intensif dan belum final, indikasi arah kebijakan ini sudah mulai terlihat jelas.

Penyesuaian PPN, misalnya, secara langsung akan memengaruhi daya beli Gen Z. Kenaikan PPN, meski terlihat kecil dalam persentase, akan membuat harga barang dan jasa yang dikonsumsi sehari-hari menjadi lebih mahal.

Bagi Gen Z yang mayoritas masih berada di fase awal karir dengan pendapatan yang belum stabil, atau mereka yang sedang menempuh pendidikan dengan mengandalkan uang saku, kenaikan harga ini bisa menjadi beban tambahan.

Pembelian produk teknologi, layanan hiburan digital, hingga kebutuhan pokok sehari-hari, semuanya akan terpengaruh. Ini sejalan dengan teori ekonomi klasik tentang elastisitas permintaan, di mana kenaikan harga berpotensi menurunkan volume konsumsi, terutama untuk barang dan jasa yang tidak esensial.

Sementara itu, restrukturisasi PPh yang lebih progresif dapat berarti bahwa individu dengan penghasilan lebih tinggi akan menanggung beban pajak yang lebih besar. Bagi Gen Z yang sudah memiliki pendapatan substansial, terutama dari pekerjaan formal atau sebagai entrepreneur sukses, ini mungkin berarti pengurangan pendapatan bersih (disposable income) yang signifikan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: