Masa Depan Pinisi di Tangan Riset: Kolaborasi Unhas-Bapperida Perkuat Pelestarian Warisan Maritim

Masa Depan Pinisi di Tangan Riset: Kolaborasi Unhas-Bapperida Perkuat Pelestarian Warisan Maritim
Diseminasi Penelitian FISIP Unhas Hadirkan Rekomendasi Kebijakan di Bulukumba. (Foto: Ist)
Bacakan Artikel

Sementara itu, penelitian kedua mengkaji aspek ekonomi dan kelembagaan dengan judul โ€œKapasitas Adaptif Pinisi Tereduksi: Kapasitas Absorptif Asimetris dalam Industri Maritim Budayaโ€. Kedua studi komprehensif ini dirancang dengan tujuan utama menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat tata kelola pelestarian Pinisi sebagai warisan budaya maritim yang tidak hanya lestari secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dalam konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Acara diseminasi yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng. Beliau didampingi oleh Ketua Bapperida Bulukumba, A. Irma Darmayanti, menandakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif berbasis riset ini.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi signifikan para akademisi dalam menghasilkan kajian yang relevan dan strategis bagi kebutuhan pembangunan daerah. Beliau menekankan bahwa hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan kebijakan daerah yang secara konkret mendukung upaya pelestarian Pinisi secara berkelanjutan, menjadikannya warisan yang terus hidup dan berkembang.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil penelitian yang dipandu oleh Andi Ahmad Yani, S.Sos., M.Si., MPA., M.Sc., yang bertindak sebagai pendamping tim riset. Forum ini menghadirkan dua pemaparan utama yang menawarkan perspektif berbeda namun saling melengkapi mengenai dinamika kompleks dalam tata kelola Pinisi. Presentasi pertama disampaikan oleh Nuralamsyah Ismail, S.Sos., M.A., yang memaparkan hasil penelitian mengenai kapasitas adaptif industri Pinisi dari sudut pandang organisasi. Penelitiannya menyoroti bahwa industri Pinisi saat ini menghadapi tekanan multidimensional akibat globalisasi, perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan sumber daya, serta semakin terbatasnya ketersediaan bahan baku kayu berkualitas.

Temuan penelitian Nuralamsyah mengindikasikan bahwa kapasitas adaptif para pelaku industri Pinisi mengalami penurunan signifikan, terutama pada aspek kelembagaan, keberlanjutan sumber daya, dokumentasi pengetahuan tradisional, dan perencanaan jangka panjang. Meskipun kemampuan berinovasi dan merespons perubahan pasar masih relatif baik, proses adaptasi yang berlangsung cenderung bersifat reaktif dan belum didukung oleh pembelajaran kolektif maupun penguatan kelembagaan yang memadai. Situasi ini menuntut intervensi kebijakan yang lebih terstruktur dan proaktif untuk memastikan kelangsungan industri Pinisi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: