Listan Ingatkan Potensi Penumpang Gelap di Tengah Menguatnya Perjuangan Provinsi Luwu Raya

Listan Ingatkan Potensi Penumpang Gelap di Tengah Menguatnya Perjuangan Provinsi Luwu Raya
Tokoh pemuda Luwu Raya, Listan. Foto: Pribadi
Bacakan Artikel

Namun demikian, Listan menegaskan bahwa perkembangan positif ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Luwu Raya untuk tetap menjaga soliditas dan konsistensi perjuangan. Ia mengingatkan, semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu atau bahkan membelokkan arah perjuangan.

"Saya mengingatkan seluruh Wija to Luwu agar tetap menjaga persatuan dan konsistensi perjuangan. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menyusup atau membelokkan agenda besar yang selama ini telah diperjuangkan bersama," tegasnya, menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif.

Peringatan Listan tentang potensi "penumpang gelap" ini bukan tanpa alasan. Pernyataan tersebut menjadi relevan menyusul kembali mencuatnya wacana untuk memasukkan wilayah Toraja ke dalam cakupan Provinsi Luwu Raya.

Wacana ini kembali mengemuka setelah adanya usulan yang disampaikan oleh anggota DPR RI, Frederick Kalalembang, kepada Kepala Staf Kepresidenan pada kesempatan yang sama, Sabtu (18/7/2026). Isu ini, menurut Listan, berpotensi memecah konsentrasi dan soliditas perjuangan yang telah dibangun dengan susah payah oleh masyarakat Luwu Raya.

Menanggapi wacana tersebut, Listan dengan tegas membantah dan menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak pernah memasukkan wilayah Toraja sebagai bagian dari wilayah administratif provinsi yang diusulkan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: