Lampu’ Toae: Festival Kritis Melawan Keterpinggiran Budaya Pesisir Kajuara

Lampu’ Toae: Festival Kritis Melawan Keterpinggiran Budaya Pesisir Kajuara
Lampu’ Toae: Festival Kritis Melawan Keterpinggiran Budaya Pesisir Kajuara. -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Penetapan Kajuara memperluas ruang perayaan Gau’ Maraja dari pusat kota hingga desa dan kawasan pesisir, di mana kebudayaan tidak hanya dipertunjukkan, tetapi dapat dibaca melalui hubungan masyarakat dengan tempat tinggal, lingkungan, dan pengetahuan yang diwariskan.

Meskipun optimisme membayangi persiapan festival, keberhasilan sesungguhnya tidak akan diukur dari megahnya panggung atau jumlah penonton semata. Narasi birokrasi yang penuh harapan ini harus berhadapan dengan realitas di lapangan: tantangan pelestarian yang berkelanjutan, desakan modernisasi, dan potensi festival hanya menjadi euforia sesaat. Pertanyaannya adalah, apakah inisiatif ini akan benar-benar menjadi fondasi bagi pemberdayaan masyarakat pesisir Kajuara, ataukah ia hanya akan menjadi catatan kaki dalam kalender event tanpa jejak perubahan yang substansial? Keberlanjutan program pasca-festival akan menjadi indikator utama komitmen pemerintah dan para pihak terkait dalam merawat ruang budaya yang rentan ini.

Pilih Halaman: