Jadi Narasumber Webinar Klikhijau, Personel Polres Jeneponto Kupas Urgensi Tanah Sehat untuk Ketahanan Pangan Organik

Jadi Narasumber Webinar Klikhijau, Personel Polres Jeneponto Kupas Urgensi Tanah Sehat untuk Ketahanan Pangan Organik
Jadi Narasumber di Webinar Nasional Klikhijau, Personel Polres Jeneponto Bagikan Kisah Inspiratif dan Urgensi Pemulihan Kesuburan Tanah untuk Kedaulatan Pangan Organik. (Foto: Ist)
Bacakan Artikel

Langkah humanis Iptu Purnawanto terus berlanjut hingga membawanya masuk dalam jajaran nominator Hoegeng Awards pertama pada tahun 2022 untuk Kategori Polisi Berdedikasi. Pengakuan di tingkat nasional ini diraih atas konsistensinya memproduksi dan menggratiskan pupuk organik hayati cair kepada para petani binaannya. Di tengah peliknya masalah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk kimia, inisiatif membagikan pupuk organik ramah lingkungan ini laksana oase bagi komunitas petani kecil, memberikan harapan baru di tengah tantangan.

Melalui formula pupuk hayati cair andalannya yang diberi nama Bio Teratai, sebuah produk pembenah tanah dan nutrisi alami yang diolah menggunakan cairan maggot Black Soldier Fly (BSF), ia berhasil memulihkan kondisi lahan pertanian yang telanjur rusak. Dalam pemaparannya di webinar, Iptu Purnawanto menguraikan secara gamblang potret permasalahan mendasar yang dihadapi petani saat ini. Menurutnya, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan terus-menerus telah membuat kondisi tanah menjadi bantat, rusak, dan asam, mengurangi produktivitas dan keberlanjutan lahan.

"Semesta ini secara alami sebenarnya sudah dirancang untuk memiliki keseimbangan. Masalahnya, mikrobia baik di dalam tanah bisa hilang akibat perlakuan yang salah dalam pemupukan kimiawi dan penggunaan pestisida berlebih. Oleh karena itu, demi mengembalikan keseimbangan ekosistem lahan, kita wajib mengaplikasikan kembali pupuk hayati sebagai pembenah tanah," urai Iptu Purnawanto dalam webinar tersebut. Ia mengibaratkan kerja pupuk organik hayati ibarat merestorasi tanah agar kembali berfungsi seperti spons yang gembur, membuat akar tanaman dapat mencari nutrisi dengan leluasa, sementara miliaran mikroba di dalamnya bekerja secara gratis untuk menyuburkan tanaman. Cara pemakaiannya pun dinilai sangat praktis dan ekonomis bagi masyarakat luas, menjadikannya solusi yang mudah diadaptasi.

Lebih dari sekadar memulihkan kesuburan tanah, gerakan pertanian organik yang diinisiasinya selama ini telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan sosial-kemanusiaan yang masif. Bersama dengan kelompok petani binaannya, salah satunya Kelompok Tani Kanre Apia di Kabupaten Gowa, Iptu Purnawanto menggerakkan aksi sosial bertajuk Sedekah Sayur. Hasil panen sayuran organik yang melimpah dan sehat secara rutin disalurkan kepada kaum duafa, puluhan panti asuhan, hingga para korban yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, menunjukkan dampak nyata dari pertanian organik yang berorientasi pada kesejahteraan sosial.

Hingga pertengahan tahun 2026 ini, akumulasi bantuan sayuran segar yang telah disalurkan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan tercatat telah menembus angka lebih dari 100 ton. Sebuah pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa pertanian organik tidak hanya bernilai ekologis tinggi, melainkan juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang luar biasa bagi ketahanan sosial masyarakat, menciptakan lingkaran positif antara produksi pangan sehat dan kepedulian sosial.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: