Ikhtiar Hijau di Maros: Unhas Dampingi Pesantren Darul Istiqamah Kelola Sampah Berbasis Sumber

Ikhtiar Hijau di Maros: Unhas Dampingi Pesantren Darul Istiqamah Kelola Sampah Berbasis Sumber
Unhas Revitalisasi TPS 3R Darul Istiqamah, Rintis Gerakan Green Pesantren Darul Istiqamah di Maros (Foto:Ist)
Bacakan Artikel

"Tujuan mendasar dari program revitalisasi ini adalah membekali seluruh pengurus dengan keterampilan teknis yang mumpuni serta standar operasional prosedur (SOP) kerja yang jelas dan terstruktur. Kami ingin memastikan bahwa setelah pelatihan ini selesai, operasional TPS 3R di Darul Istiqamah dapat kembali berfungsi secara rutin, berkelanjutan, dan yang terpenting, kinerjanya dapat terukur dengan baik setiap bulannya. Ini akan menjadi indikator keberhasilan program kami," ungkap Fajaruddin penuh optimisme, menyoroti pentingnya keberlanjutan dan akuntabilitas.

Dalam sesi ruang dan praktik lapangan, para peserta disuguhkan materi-materi aplikatif yang sangat krusial bagi ekosistem lokal pesantren. Materi pertama diisi oleh Dr. Muhammad Asfar, STP., M.Si., yang mengupas tuntas urgensi pengelolaan sampah berbasis sumber. Dr. Asfar menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari dapur, asrama, dan ruang kelas adalah kunci keberhasilan rantai pasok pengolahan. Tanpa pemilahan yang baik di hulu, proses di hilir akan menjadi tidak efisien. Tak hanya teori, ia juga memimpin langsung simulasi dan pelatihan teknik pengomposan bahan organik dengan formula khusus yang mempercepat dekomposisi tanpa menimbulkan bau menyengat, menjamin proses yang higienis dan efisien.

Selanjutnya, materi yang tak kalah menarik perhatian adalah pemanfaatan teknologi biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF). Sesi inovatif ini dipandu langsung oleh Muh. Fajaruddin Natsir. Dalam paparannya, ia memberikan panduan komprehensif mengenai tata cara budidaya larva lalat tentara hitam ini, mulai dari persiapan media hingga panen. Pemanfaatan Maggot BSF diulas sebagai solusi cerdas, higienis, dan ramah lingkungan yang mampu mereduksi sampah organik dalam volume besar dengan waktu yang relatif sangat cepat, menjadikannya pilihan ideal untuk lingkungan pesantren dengan produksi limbah organik yang signifikan.

Menariknya, siklus hidup maggot ini tidak hanya menyelesaikan masalah tumpukan sisa makanan di pesantren, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi tinggi yang baru, menciptakan konsep green economy yang konkret. Larva maggot yang kaya akan protein dapat dipanen untuk dijadikan pakan alternatif berkualitas tinggi bagi sektor perikanan maupun peternakan, membuka peluang usaha baru bagi pesantren. Sementara itu, sisa residu makanannya, yang dikenal sebagai kasgot, dapat langsung diaplikasikan sebagai pupuk organik cair maupun padat yang sangat bermanfaat bagi tanaman di sekitar pesantren, menutup siklus nutrisi secara sempurna.

Setelah sesi materi usai, seluruh peserta bersama tim fasilitator langsung bergerak menuju lokasi TPS 3R Darul Istiqamah. Di area ini, aksi nyata di lapangan benar-benar dipraktikkan. Para santri dan pengurus bahu-membahu memilah sampah sesuai jenisnya, menyiapkan media pembiakan maggot dengan cermat, dan mempraktikkan pencampuran bahan baku kompos secara langsung di bawah supervisi ketat para dosen ahli, memastikan setiap langkah dilakukan dengan benar dan aman.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: