D’MASIV dan Buya Yahya Bahas Kolaborasi Seni untuk Dakwah dan Kemanusiaan

Intens.id, Cirebon - Ada yang istimewa di Pondok Pesantren Al Bahjah, akhir pekan lalu. Vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradipta, terlihat khusyuk berdialog dengan Buya Yahya, ulama kharismatik yang dikena...

D’MASIV dan Buya Yahya Bahas Kolaborasi Seni untuk Dakwah dan Kemanusiaan
Bacakan Artikel

Soft Power Musik dan Potensi Dakwah Kolaboratif

Bagi D’MASIV, musik bukan hanya hiburan. Ia adalah soft power yang mampu menyentuh titik terdalam manusia. Rian menyebut contoh John Lennon yang menggubah lagu War Is Over sebagai protes damai terhadap perang. “Dulu saya bikin lagu itu (Jangan Menyerah) buat diri sendiri yang lagi susah, tapi ternyata banyak yang jauh lebih berat, dan mereka terangkat karenanya,” ujar Rian.

Tak heran jika kini ia membuka kemungkinan kolaborasi dakwah berbasis seni. Bersama Buya Yahya, D’MASIV berharap bisa menjembatani dunia musik dan pesan spiritual. “Mungkin pendekatannya lewat membedah lirik. Gimana lirik bisa mengubah hidup seseorang,” ujarnya.

Buya Yahya pun menyambut hangat gagasan itu. Menurutnya, setiap pertemuan harus melahirkan manfaat. “Kalau orang punya potensi, kami ingin dari potensinya nanti ada buah yang bisa dipetik untuk perjuangan kemanusiaan dan kebaikan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pertemuan dengan orang-orang seperti D’MASIV bukan sekadar basa-basi, tetapi misi untuk mengajak semakin banyak insan menebar kebermanfaatan lewat jalan yang mereka kuasai—dalam hal ini, musik.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: