Dari Sawah ke Panggung Nasional: Haerul S.HI Berjuang di Penyuluh Award 2025

Intens.id, Pangkep - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, dakwah tak lagi terpaku pada mimbar masjid semata. Haerul S.HI, seorang Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandall...

Dari Sawah ke Panggung Nasional: Haerul S.HI Berjuang di Penyuluh Award 2025
Bacakan Artikel
Intens.id, Pangkep - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, dakwah tak lagi terpaku pada mimbar masjid semata. Haerul S.HI, seorang Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, adalah bukti nyata inovasi dakwah yang membumi. Dengan pendekatan yang relevan dan langsung menyentuh denyut nadi masyarakat, Haerul kini tengah berjuang mengharumkan nama daerahnya di ajang Penyuluh Award 2025 setelah berhasil menembus tahap seleksi nasional.

Merajut Asa Melalui Muzara'ah di Tanah Petani

Jalurdua.com Jalurdua.com Perjalanan Haerul sebagai penyuluh memiliki satu benang merah yang kuat: program muzara'ah. Sejak tahun 2020, ia mendedikasikan dirinya untuk membina masyarakat petani di Mandalle melalui sistem kerja sama pertanian yang berdasarkan prinsip syariah ini. "Alasan utamanya, karena lokasi binaan saya masyarakatnya adalah petani dan bentuk kerja sama yang dilakukan adalah muzara'ah," ungkap Haerul, menjelaskan bagaimana ia memilih pendekatan yang paling relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat binaannya.

Namun, mengedukasi masyarakat tentang muzara'ah bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesar yang ia hadapi di awal adalah pemahaman. "Kesulitan yang kami alami di lapangan bahwa petani penggarap dan pemilik lahan belum paham bentuk kerja sama yang dilakukan," kenangnya. Ini memicu Haerul untuk lebih gigih dalam menyampaikan esensi muzara'ah, tidak hanya sebagai transaksi ekonomi, melainkan sebagai wujud tolong-menolong dan ibadah.

Keakraban Haerul dengan masyarakat binaannya juga menjadi kunci keberhasilan. Ia tak segan turun langsung ke sawah. "Saat turun lokasi pembinaan pada musim tanam dan harus turut membantu dan menikmati makanan di sawah," ceritanya mengenai momen paling berkesan. Pengalaman ini menunjukkan dedikasi dan pendekatannya yang personal, membangun ikatan emosional yang kuat dengan para petani. Baginya, muzara'ah bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan.

Dakwah Melampaui Mimbar: Motivasi di Balik Penyuluh Award

Dedikasi Haerul dalam membina muzara'ah inilah yang menjadi pendorong utama keikutsertaannya dalam Penyuluh Award 2025. "Dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar saja tetapi bisa melalui pertanian lewat kerja sama Muzara'ah," tegas Haerul, menggambarkan visinya yang luas tentang penyebaran nilai-nilai agama. Ia ingin membuktikan bahwa ranah pertanian pun bisa menjadi ladang dakwah yang subur, tempat nilai-nilai Islam dapat diamalkan secara konkret.

Lebih dari itu, Haerul memiliki misi mulia. Ia ingin menunjukkan bahwa "penyuluh mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran lewat kerja sama muzara'ah di bidang pertanian." Baginya, ajang ini adalah platform untuk memperlihatkan bagaimana prinsip syariah dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan membawa dampak positif yang nyata, bukan hanya di lingkungan Mandalle, tetapi juga menjadi inspirasi di kancah nasional.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: