Bangun Peradaban Islam di Australia, Jusuf Kalla Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne

Bangun Peradaban Islam di Australia, Jusuf Kalla Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne
Bangun Peradaban Islam di Australia, Jusuf Kalla Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne. (Foto: ist)
Bacakan Artikel

Dalam pidatonya, Jusuf Kalla juga memberikan dorongan kuat kepada umat Islam untuk tidak hanya fokus pada pendalaman ilmu agama, tetapi juga secara aktif menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia berpandangan bahwa kemajuan suatu bangsa secara inheren sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan tingkat penguasaan teknologi yang dimiliki. "Ibadah dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan. Umat Islam harus mampu melahirkan generasi yang menguasai teknologi agar mampu bersaing dan membangun peradaban," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara spiritualitas dan kemajuan intelektual serta teknologi.

Selain aspek keilmuan dan spiritualitas, Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan ekonomi umat Muslim. Menurutnya, keberhasilan dalam pembangunan ekonomi akan secara langsung memperkuat kapasitas masyarakat Muslim dalam menjalankan berbagai kewajiban sosial keagamaan, termasuk dalam hal menunaikan zakat. Ekonomi yang kuat akan memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi umat untuk berkontribusi lebih besar.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terwujudnya pembangunan Masjid Hajjah Yuliana dan pengembangan Islamic Center Indonesia Community Victoria (ICV). Menurut Yohannes, pembangunan ini menjadi sebuah tonggak sejarah yang sangat penting bagi perkembangan komunitas Muslim Indonesia di Australia. Ia juga menambahkan bahwa proyek ini akan semakin memperkuat peran ICV sebagai sebuah rumah besar yang mampu mempersatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia yang berada di Victoria.

"Semoga Masjid Hajjah Yuliana menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang tidak hanya memberi manfaat bagi umat, tetapi juga mampu memperkuat jalinan persaudaraan dan hubungan antara masyarakat Indonesia yang ada di Australia," harap Yohannes, menutup sambutannya. Ia berharap masjid dan pusat kegiatan Islam ini dapat menjadi representasi wajah Islam Indonesia yang ramah, toleran, dan mampu merangkul keberagaman.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan masyarakat, pengurus ICV, para ulama, serta ratusan warga Muslim Indonesia yang berdomisili di Australia. Pembangunan masjid ini diharapkan akan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pembinaan generasi muda Muslim Indonesia yang berdaya di Victoria.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2