FPM Sulsel Kritisi Festival Pinisi Bulukumba, Andi Fatahuddin: Mana Ruang untuk Talenta Daerah?

FPM Sulsel Kritisi Festival Pinisi Bulukumba, Andi Fatahuddin: Mana Ruang untuk Talenta Daerah?
Andi Fatahuddin, - Foto: Pribadi
Bacakan Artikel
Syahrul

Petani muda yang bergiat di isu lingkungan hidup dan politik, aktif menyampaikan gagasan dan advokasi publik melalui karya tulis.

Sebagai langkah korektif, Pemerintah Kabupaten Bulukumba beserta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga diminta untuk tidak menutup mata terhadap aspirasi publik. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan konsep penyusunan acara dianggap sebagai prioritas mendesak.

Guna menghindarkan prasangka nepotisme atau subyektivitas dalam pemilihan pengisi acara, Andi mendorong dilibatkannya lembaga independen serta komunitas seni lokal dalam proses penyusunan program.

"Kami minta tahun depan, kurator festival harus melibatkan dewan kesenian dan komunitas lokal. Berikan panggung untuk anak-anak Bulukumba. Festival Pinisi harusnya membesarkan seniman Bulukumba, bukan sebaliknya," pungkasnya.

Hingga laporan ini diturunkan, pihak panitia pelaksana Festival Pinisi maupun perwakilan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan balasan mengenai proporsi pasti komposisi pengisi acara serta formulasi alokasi anggaran hiburan pada gelaran tahun ini. Ketiadaan penjelasan resmi ini kian mempertegas pentingnya transparansi tata kelola acara publik yang dibiayai oleh dana daerah.

Pilih Halaman: