Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes

Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes
Ancaman Abrasi Pesisir, BRIN dan Universitas Pancasakti Padukan Mangrove-IoT untuk Selamatkan Tambak di Brebes. -Foto: BRIN
Bacakan Artikel

Sistem ini mampu mendeteksi dan memberikan notifikasi dini terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di kawasan pesisir yang rentan abrasi. Pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan dan otomatis membantu mengurangi risiko kematian udang secara massal akibat fluktuasi kualitas air yang ekstrem, sekaligus secara signifikan berkontribusi pada peningkatan produktivitas tambak secara keseluruhan.

Alin Fithor menegaskan bahwa penanganan abrasi tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik seperti tanggul atau pemecah gelombang. Meskipun penting, upaya-upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pemulihan ekosistem alami.

"Pemulihan ekosistem mangrove harus berjalan seiring dengan penerapan teknologi yang mendukung kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tak terhindarkan," imbuhnya.

Pendekatan holistik ini memastikan bahwa solusi yang diberikan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi juga berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat.

Lebih lanjut, Alin menjelaskan, Pendekatan ini secara gamblang menunjukkan bagaimana riset mampu menghadirkan solusi yang saling melengkapi dan sinergis. Rehabilitasi mangrove berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan menjadi benteng alami, sementara teknologi IoT memastikan aktivitas budidaya tetap produktif melalui pengelolaan kualitas air yang lebih presisi dan responsif.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: