Aksi Makassar Bersuara! AJI Makassar bersama Masyarakat Sipil Makassar - Sulsel Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan "Londo Ireng"

Aksi Makassar Bersuara! AJI Makassar bersama Masyarakat Sipil Makassar - Sulsel Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan "Londo Ireng"
Aksi Makassar Bersuara! Kami Muak Prabowo! Kami bukan Londo Ireng, (Doc: Credit Aji Makassar)
Bacakan Artikel

‎"Apa yang sesungguhnya disampaikan pejabat negara menyoal londo ireng, antek asing, adalah sesuatu yang tidak benar," tegas Sahrul dalam orasinya.

Menurutnya, pengamat, jurnalis, dan organisasi masyarakat sipil selama ini berada di barisan perjuangan warga yang terpinggirkan. Kritik dan koreksi yang mereka sampaikan kepada para pengambil kebijakan merupakan bentuk ekspresi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta dijamin oleh konstitusi.

‎"Selama ini kami bergelut melawan penindasan, melawan korporasi, melawan elite, yang saat ini warga dan masyarakat sipil berjuang merebut ruang hidupnya dan diambil oleh penguasa," ujarnya.

Sahrul menambahkan bahwa meski bersikap kritis, jurnalis tetap bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik. Menurutnya, salah satu fungsi utama pers adalah mengawasi kebijakan pemerintah sekaligus menyampaikan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat.

‎"Jurnalis selama ini bekerja di bawah kode etik dan perilaku. Artinya apa? Sesuatu yang bersifat publik harusnya diungkap ke publik," pungkasnya.

Sementara itu, Mirayati Amin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar dalam orasinya menyampaikan bahwa penyebutan "londo ireng" muncul sebagai tanggapan Presiden terhadap pemberitaan yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut hanya menguntungkan segelintir pihak.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: