Air Bersih Hadir di TPAS Tamangapa Antang Berkat Advokasi, Perilaku Kelola Sampah Warga Makassar Masih Jadi Sorotan

Air Bersih Hadir di TPAS Tamangapa Antang Berkat Advokasi, Perilaku Kelola Sampah Warga Makassar Masih Jadi Sorotan
Foto Bersama Makmur Payabo setelah diwawncarai mahasiswa Universitas Hasanuddin di Yayasan Pabbata Ummi Indonesia (YAPTA-UI), Sabtu, 30 Mei 2026. (Foto:Ist)
Bacakan Artikel

Mengenai perubahan perilaku warga Makassar dalam mengelola limbah atau sampah, Makmur Payabo menyampaikan pandangan kritisnya.

"Tanggapan saya, warga Kota Makassar belum ada perubahan perilaku yang signifikan terkait pengelolaan limbah atau sampah," tegasnya.

Indikator paling jelas adalah masih membludaknya sampah yang masuk ke TPAS Tamangapa Antang setiap harinya. Ia menyayangkan bahwa hanya sebagian kecil masyarakat yang peduli dan bersedia terlibat dalam upaya mengelola limbah organik, seperti mengubahnya menjadi pakan ternak, kompos, atau makanan maggot. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada inisiatif positif, skala partisipasi masyarakat masih sangat terbatas dan belum menjadi gerakan yang masif.

Kisah warga di sekitar TPAS Tamangapa Antang ini menjadi cerminan akan dualitas tantangan pembangunan di perkotaan. Di satu sisi, ada capaian monumental dalam pemenuhan hak dasar seperti air bersih berkat kegigihan aktivis dan intervensi pemerintah.

Namun, di sisi lain, masalah fundamental seperti perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah masih menjadi batu sandungan utama. Diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat luas untuk terus mengedukasi serta mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, demi Makassar yang lebih bersih dan sehat di masa depan.

Pilih Halaman: