Intens.id Versi penuh
News

Rumpon Dasar Mini Kolam Labuh Bentenge Bulukumba: Perkuat Ekosistem Laut dan Edukasi Perikanan Berkelanjutan

Oleh Redaksi Intens.id 14 Jul 2026 18:09 4 menit baca

Intens.id, Bulukumba, – Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan melalui inovasi terbaru: pemasangan rumpon dasar mini di kawasan Kolam Labuh Bentenge. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat ekosistem laut lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi percontohan teknologi rumah ikan yang mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas, mulai dari nelayan, pelajar, mahasiswa, hingga khalayak umum. Inisiatif yang digagas oleh Dinas Perikanan Bulukumba ini menandai babak baru dalam upaya peningkatan produktivitas perikanan tangkap berbasis pemulihan ekosistem laut di salah satu daerah pesisir unggulan Sulawesi Selatan tersebut.

Kehadiran rumpon dasar mini di Kolam Labuh Bentenge dirancang secara khusus untuk menyerupai struktur rumpon yang biasa dipasang di laut lepas, namun dengan skala yang lebih kecil dan lokasi yang lebih mudah dijangkau.

Meskipun berukuran lebih ringkas, fungsinya tetap sama, yakni menyediakan tempat berlindung, mencari makan, dan berkumpulnya berbagai jenis biota laut. Melalui fasilitas demonstrasi ini, masyarakat dapat secara langsung mengamati dan memahami konsep dasar rumpon serta peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ini menjadi kunci untuk menyadarkan bahwa peningkatan hasil tangkapan ikan tidak semata-mata bergantung pada canggihnya alat tangkap, melainkan juga pada upaya proaktif memperbaiki dan melestarikan habitat ikan itu sendiri, sebuah fondasi penting bagi perikanan yang lestari.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba, Yusli Sandi, menjelaskan bahwa pemasangan rumpon dasar mini ini merupakan bagian integral dari strategi memperkenalkan konsep perikanan berkelanjutan secara lebih sederhana dan aplikatif. “Rumpon ini adalah alat bantu menangkap ikan, sekaligus bagian dari strategi pemulihan ekosistem laut.

Dengan memahami fungsi ekologis rumpon, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kelestarian sumber daya perikanan,” ujar Yusli, menekankan pentingnya edukasi dalam membentuk kesadaran kolektif.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat mengubah paradigma nelayan dari sekadar penangkap menjadi pelestari, yang pada gilirannya akan menjamin keberlangsungan mata pencaharian mereka di masa depan.

Pemilihan Kolam Labuh Bentenge sebagai lokasi penempatan rumpon dasar mini bukan tanpa alasan. Kawasan ini telah berkembang menjadi pusat percontohan pembangunan sektor perikanan terpadu di Bulukumba.

Selain fungsinya sebagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, Kolam Labuh Bentenge juga secara bertahap menunjukkan peningkatan fungsi ekologisnya, ditandai dengan bertambahnya keberadaan berbagai biota laut di sekitarnya. Peningkatan ini merupakan dampak positif dari upaya perbaikan habitat dan pengelolaan yang lebih baik yang telah dilakukan di area tersebut. Yusli Sandi lebih lanjut menyoroti, meningkatnya pemancing di kolam labuh.

“Terbukti kolam labuh ini juga sudah menjadi tempat spot mancing favorit bagi warga. Ini dilihat semakin banyak orang datang mancing ikan di kolam labuh,” sebuah indikator nyata bahwa upaya pemulihan ekosistem telah membuahkan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat, menunjukkan bahwa kawasan yang sehat secara ekologis juga dapat mendukung kegiatan rekreasi dan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba menaruh harapan besar pada inovasi rumpon dasar mini ini. Diharapkan, fasilitas edukasi ini mampu memperkuat pemahaman masyarakat mengenai urgensi menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestariannya.

Edukasi yang diberikan sejak dini, baik kepada generasi muda maupun pelaku perikanan, diharapkan mampu mendorong lahirnya budaya penangkapan ikan yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Pada akhirnya, hal ini akan mendukung keberlanjutan sektor perikanan sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah Bulukumba, serta menjamin ketersediaan sumber daya bagi generasi mendatang yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Inisiatif pemasangan rumpon dasar mini ini sekaligus menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk terus mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. Pendekatan yang diterapkan berlandaskan pada prinsip ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan fondasi yang kokoh untuk masa depan perikanan yang lestari.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, Bulukumba bertekad menjadi model pengelolaan sumber daya kelautan yang inspiratif, di mana keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan secara harmonis.

Topik terkait
Rumpon Ekosistem Laut Perikanan