PMKRI Cabang Makassar Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores-NTT
Intens.id, Makassar - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar Sanctus Albertus Magnus menyampaikan keprihatinan dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, PMKRI Cabang Makassar melakukan aksi kemanusiaan melalui penggalangan dana. Dari gerakan solidaritas tersebut, PMKRI Cabang Makassar berhasil menghimpun donasi dari warga Kota Makassar yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Flores-NTT.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Makassar, Michael Angelo Tandiayu, menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Flores bukan hanya menjadi persoalan masyarakat setempat, tetapi merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, solidaritas masyarakat harus berjalan beriringan dengan kehadiran negara yang cepat dan nyata.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan solidaritas yang mendalam kepada seluruh masyarakat Flores yang terdampak bencana. Dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian. Negara harus hadir secara nyata untuk memberikan rasa aman dan memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi,” ujar Michael Angelo Tandiayu.
Ia menegaskan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus turun langsung ke lapangan, memastikan proses penanganan berjalan cepat, serta menjamin bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurut PMKRI Cabang Makassar, penanganan bencana tidak cukup apabila hanya berhenti pada penyampaian belasungkawa ataupun bantuan yang bersifat sementara. Pemerintah perlu melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap korban, kerusakan rumah dan fasilitas publik, kebutuhan kesehatan, ketersediaan pangan, air bersih, tempat pengungsian, hingga kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.
“Pemerintah tidak boleh menunggu masyarakat berada dalam kondisi yang semakin sulit baru kemudian bertindak. Kami meminta pemerintah hadir sejak masa tanggap darurat sampai pada tahap rehabilitasi dan pemulihan kehidupan masyarakat. Jangan sampai akses yang sulit atau jarak yang jauh membuat masyarakat di wilayah tertentu terlambat mendapatkan bantuan,” tegas Ketua Presidium.
Sementara itu, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Makassar, Alsiana Daki Duri, menilai bencana di Flores juga harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan pemerintah dalam mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
Menurutnya, aksi kemanusiaan yang dilakukan PMKRI merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat sekaligus bagian dari tanggung jawab organisasi dalam merespons persoalan sosial dan kemanusiaan.
“Aksi yang kami lakukan merupakan bentuk solidaritas dari Makassar untuk saudara-saudari kami di Flores. Tetapi pada saat yang sama, kami ingin mengingatkan bahwa gerakan masyarakat sipil tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab pemerintah. Justru pemerintah harus berada di garis terdepan dalam memastikan keselamatan dan pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Alsiana Daki Duri.
Ia juga mendorong pemerintah agar proses pendistribusian bantuan dilakukan secara transparan, merata, dan tepat sasaran, termasuk menjangkau desa maupun wilayah yang sulit diakses.
“Jangan sampai bantuan hanya menumpuk di titik-titik yang mudah dijangkau, sementara masyarakat di wilayah terpencil masih kesulitan memperoleh kebutuhan pokok. Pemerintah harus memiliki pemetaan kebutuhan yang jelas, membuka informasi distribusi bantuan kepada publik, serta memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang terabaikan,” lanjutnya.
PMKRI Cabang Makassar juga menekankan pentingnya pemerintah memikirkan pemulihan jangka panjang. Setelah masa tanggap darurat selesai, perhatian harus diarahkan pada rehabilitasi rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, sarana air bersih, tempat ibadah, serta berbagai infrastruktur publik yang mengalami kerusakan.
Selain itu, pemerintah diharapkan memperkuat mitigasi bencana serta edukasi kepada masyarakat agar daerah-daerah yang memiliki risiko bencana memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat di kemudian hari.
Melalui aksi kemanusiaan yang telah dilakukan, PMKRI Cabang Makassar mengajak mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun solidaritas terhadap masyarakat terdampak.
Bagi PMKRI, solidaritas tidak boleh berhenti pada ungkapan keprihatinan semata, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sekaligus keberanian untuk mengingatkan pemerintah mengenai tanggung jawabnya kepada masyarakat.
“Hari ini Flores membutuhkan kita semua. Aksi kemanusiaan adalah bentuk kepedulian, tetapi perjuangan memastikan masyarakat mendapatkan hak atas perlindungan, bantuan, dan pemulihan juga merupakan bagian dari kemanusiaan itu sendiri,” tutup Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Makassar.
PMKRI Cabang Makassar Sanctus Albertus Magnus berharap penanganan bencana di Flores-NTT dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, transparan, dan berkelanjutan sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak.