Pascagempa Flores, JK Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Gotong Royong dan Pendidikan
Intens.id, Maumere - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyerukan kepada masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga berinisiatif dalam rekonstruksi pascagempa. JK menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak sebagai kunci masa depan daerah yang rawan bencana itu.
Seruan ini disampaikan JK saat memberikan sambutan di hadapan jemaah Salat Jumat di Masjid Al Muhajirin, Maumere, pada Jumat (28/8/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah wilayah Flores dilanda gempa bumi, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.
Mantan Wakil Presiden itu mengungkapkan rasa duka dan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Ia mengingatkan bahwa kawasan Flores merupakan bagian dari jalur Cincin Api atau Ring of Fire, menjadikannya daerah yang membutuhkan kesiapan pemulihan jangka panjang setelah bencana.
"Musibah ini menjadi ujian dan pengalaman bagi kita semua. Kita tidak boleh terus-menerus bersedih, tetapi harus berusaha bangkit," ujar JK. Ia mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Flores yang tetap terjaga di tengah kondisi sulit. Menurutnya, bencana tidak membedakan latar belakang agama, sehingga seluruh masyarakat harus saling membantu.
"Korban bencana berasal dari berbagai agama. Karena itu, kita harus bersama-sama membantu masyarakat," tambahnya.
JK menjelaskan, penanganan bencana memiliki dua tahap utama: tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi. Setelah kebutuhan dasar seperti tenda, makanan, layanan kesehatan, dan air bersih terpenuhi, perhatian harus diarahkan pada pembangunan kembali rumah dan fasilitas masyarakat yang rusak.
"Rekonstruksi membutuhkan biaya besar. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab, tetapi masyarakat juga harus mengambil inisiatif untuk ikut membangun kembali," tegasnya.
Ia mendorong agar pembangunan kembali dilakukan secara gotong royong dengan dukungan pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Bantuan berupa material seperti semen dan seng disebutnya dapat membantu masyarakat mempercepat pemulihan. Dalam kesempatan itu, JK juga menyoroti kerusakan sejumlah masjid akibat gempa. Ia meminta pengurus masjid setempat segera mendata kebutuhan perbaikan serta menyiapkan masjid sementara agar aktivitas ibadah dan kehidupan keagamaan masyarakat tetap berjalan. "Dewan Masjid akan berusaha mengumpulkan kemampuan dan bantuan untuk membantu masjid-masjid yang rusak," janji JK.
Selain infrastruktur, JK menyoroti pentingnya menjaga pendidikan anak-anak korban bencana. Ia mengaku banyak menerima permintaan dari masyarakat bukan hanya terkait kebutuhan pangan, tetapi juga perlengkapan sekolah. Perhatian masyarakat terhadap pendidikan ini, menurutnya, menunjukkan kesadaran bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada ilmu pengetahuan.
"Pendidikan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Masa depan bangsa tergantung pada tingkat pendidikan, pengetahuan, dan kemampuan menjalankan ilmu tersebut," ungkapnya.
JK lantas menegaskan bahwa kemajuan suatu negara tidak bisa dilepaskan dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia mencontohkan negara-negara yang mampu berkembang karena memiliki kemampuan teknologi sendiri. "Tidak ada negara yang kuat tanpa penguasaan ilmu dan teknologi. Agama harus berjalan seimbang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelasnya.
Di akhir sambutannya, JK kembali mengajak masyarakat Flores untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi aktif berperan dalam pemulihan daerahnya masing-masing. Ia juga memberikan apresiasi kepada para nelayan, petani, dan masyarakat pendatang yang turut menopang kehidupan ekonomi lokal. Semangat kebersamaan antarumat beragama dan gotong royong, menurut JK, adalah kekuatan utama bagi Flores untuk bangkit dan membangun kembali daerahnya pascagempa.