Sederhana Mengabarkan Versi penuh
News

Lebih Aman dan Paham Bahasa Isyarat, Bantuan PLN Punagaya Ubah Pengalaman Belajar Siswa SLB Jeneponto

Oleh Redaksi Intens.id 08 Sep 2026 12:16 2 menit baca

Intens.id, Jeneponto - Hambatan fisik dan komunikasi yang kerap dihadapi siswa disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Syahrial Al-Muadzir, Jeneponto, mulai terjawab. PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Punagaya menyalurkan bantuan program "Inklusi Sosial" yang berfokus pada peningkatan infrastruktur sekolah dan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bagi para guru.

Bantuan dana pendidikan ini diserahkan kepada SLB Syahrial Al-Muadzir pada Selasa (1/9/2026), sebagai bentuk nyata dukungan PLN terhadap kesetaraan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas di wilayah operasionalnya. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih aman, nyaman, dan adaptif bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus.

Bantuan tersebut dialokasikan ke dalam dua fokus utama. Pertama, peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas fisik, meliputi pembangunan pagar sekolah, perbaikan akses jalan, pemasangan penyekat ruang kelas, hingga instalasi pegangan pengaman (safety rail). Fasilitas ini krusial untuk menjamin keselamatan mobilitas siswa.

Fokus kedua adalah peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Dana CSR digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bersertifikasi. Pelatihan intensif selama lima hari (dua hari luring dan empat hari daring) ini menghadirkan instruktur penutur langsung (native signer) dari pesat.id, bertujuan agar para guru memiliki kompetensi komunikasi visual yang mumpuni.

Muh. Firmansyah Fattah, Team Leader SDM, Umum, & CSR PT PLN NP UP Punagaya, menjelaskan bahwa program Inklusi Sosial dirancang untuk menjawab tantangan fundamental di institusi pendidikan khusus.

"Pendidikan inklusif tidak hanya bertumpu pada kurikulum, tetapi juga pada fasilitas fisik yang protektif dan kemampuan komunikasi guru yang adaptif," tegas Firmansyah. Ia berharap, perbaikan sarana dan pembekalan BISINDO secara profesional dapat menjembatani potensi luar biasa dari siswa disabilitas tanpa hambatan komunikasi maupun akses fisik.

Kepala Sekolah SLB Syahrial Al-Muadzir, Syahrial Almuadzir, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan komprehensif ini.

"Fasilitas seperti pagar dan safety rail adalah kebutuhan mendesak untuk menjaga keamanan anak-anak kami saat beraktivitas," ujarnya.

Syahrial menambahkan, kesempatan bagi guru untuk belajar BISINDO langsung dari penutur aslinya merupakan berkah yang luar biasa, sangat menunjang efektivitas transfer ilmu di dalam kelas.

Melalui komitmen dalam program Inklusi Sosial, PLN NP UP Punagaya berharap dapat terus mendampingi dan mencetak generasi difabel yang mandiri, tangguh, dan percaya diri menyongsong masa depan. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi pemantik kepedulian bagi berbagai pihak lainnya di Kabupaten Jeneponto untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.

Topik terkait
Syahrial Al-Muadzir SLB Pendidikan Bahasa Isyarat PLN NP UP Punagaya Inklusi Sosial