Intens.id Versi penuh
Pendidikan

Unismuh Makassar Perkuat Jaringan Internasional Melalui Seminar di Malaysia

Oleh Redaksi Intens.id 30 Jun 2026 19:00 6 menit baca

Intens.id, Malaysia - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional. Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., yang akrab disapa Prof Andis, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Seminar Internasional bertema "Transformation of Language Education in the Digital and Global Era" di Fakulti Pembangunan Manusia (FPM) Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjong Malim, Malaysia, pada Senin, 29 Juni 2026.

Kehadiran Prof Andis ini merupakan langkah strategis Unismuh Makassar untuk mendorong kolaborasi global, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Seminar bergengsi ini diikuti oleh delegasi Unismuh Makassar yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Pascasarjana. Turut hadir mendampingi Prof Andis antara lain Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., Dr. Andi Paida, M.Pd., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, serta sejumlah dosen lain seperti Dr. Muh. Akhir, M.Pd., Dr. Muh. Agus, M.Pd., dan Dr. Haslinda, M.Pd., bersama para mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kehadiran rombongan Unismuh Makassar di UPSI ini tidak hanya sekadar partisipasi, melainkan bagian integral dari rangkaian pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, atau dalam konteks perguruan tinggi Muhammadiyah dikenal sebagai Catur Darma, yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Unismuh Makassar: Gerbang Pendidikan di Kawasan Timur Indonesia

Dalam paparannya yang disambut antusias, Prof Andis memperkenalkan profil Unismuh Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terkemuka yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Beliau menekankan bahwa Makassar adalah kota yang sangat strategis di kawasan timur Indonesia, menawarkan akses penerbangan yang relatif mudah dari Malaysia.

"Universitas kami bernama Universitas Muhammadiyah Makassar. Kampus ini berada di Provinsi Sulawesi Selatan, di Pulau Sulawesi. Kalau dari Malaysia, akses ke Makassar cukup cepat, bisa melalui penerbangan langsung maupun melalui Jakarta atau Surabaya," terang Prof Andis, memberikan gambaran yang jelas mengenai posisi geografis dan konektivitas Unismuh Makassar.

Menurut Prof Andis, kedekatan aksesibilitas ini menjadi modal penting dalam membangun jembatan kolaborasi akademik yang erat antara Unismuh Makassar dan UPSI. Beliau menambahkan, perjalanan udara dari Malaysia menuju Makassar dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam jika menggunakan penerbangan langsung. Hal ini membuka peluang besar untuk pertukaran akademik, riset bersama, dan program lain yang memerlukan mobilitas antarnegara, sekaligus mempererat hubungan bilateral di sektor pendidikan.

Fokus pada Pendidikan Bahasa di Era Digital dan Global

Lebih lanjut, Prof Andis menguraikan berbagai fakultas yang dimiliki Unismuh Makassar, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang memegang peranan krusial dalam pengembangan pendidikan di kawasan timur Indonesia. Di tingkat Pascasarjana, Unismuh juga memiliki program studi yang berfokus pada bidang pendidikan, salah satunya adalah Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI). Program inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam inisiatif kerja sama akademik dengan UPSI, mengingat keselarasan fokus keilmuan kedua institusi dalam pengembangan pendidikan bahasa.

"Unismuh Makassar memiliki fakultas pendidikan dan pada tingkat pascasarjana juga terdapat program studi pendidikan. Karena itu, kerja sama dengan UPSI sangat relevan, terutama dalam penguatan pendidikan bahasa di era digital dan global," tegas Prof Andis.

Beliau menyampaikan pandangannya bahwa pendidikan bahasa di masa kini tidak lagi dapat dipahami sebatas pengajaran struktur bahasa, melainkan harus diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi, dinamika komunikasi lintas budaya, serta tuntutan kebutuhan global yang terus berubah. Pendekatan ini selaras dengan tema seminar yang diusung, menandakan visi pendidikan bahasa yang progresif dan adaptif sesuai perkembangan zaman.

Jejaring Internasional: Buah Pengalaman dan Visi Jangka Panjang

Dalam sesi presentasinya, Prof Andis juga berbagi pengalamannya dalam membangun jejaring akademik di bidang pendidikan. Beliau menyinggung masa jabatannya sebagai dekan selama kurang lebih sepuluh tahun, dari tahun 2006 hingga 2015, sebelum mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I.

"Pada masa itu, komunikasi dan jejaring akademik banyak kami bangun, termasuk dengan lembaga pendidikan di luar negeri," ungkapnya, menegaskan bahwa upaya internasionalisasi bukanlah hal baru bagi Unismuh Makassar, melainkan telah dirintis sejak lama dengan fondasi yang kuat.

Pengalaman tersebut, kata Prof Andis, menjadi salah satu pijakan penting bagi Unismuh Makassar untuk terus memperluas kerja sama internasionalnya. Beliau meyakini bahwa perguruan tinggi harus senantiasa terbuka terhadap kolaborasi lintas negara agar mampu merespons dan menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang pesat. Kerja sama antara Unismuh dan UPSI ini, menurutnya, tidak hanya memberikan manfaat besar bagi para dosen dalam pengembangan karier dan riset, tetapi juga krusial bagi mahasiswa.

Melalui kolaborasi internasional, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas, mengenal tradisi keilmuan yang berbeda, serta membangun kepercayaan diri yang tinggi dalam berinteraksi di forum global, sebuah bekal penting di era kompetisi global.

Mendorong Riset Kolaboratif dan Pertukaran Akademik Berkelanjutan

Selain Prof Andis, seminar internasional ini turut menghadirkan Dekan FPM UPSI Prof. Dr. Abdul Talib Bin Mohamed Hashim dan Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar Prof. Dr. Dra. Munirah, M.Pd., sebagai pembicara kunci lainnya. Kehadiran para pakar ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bentuk konkret, seperti riset kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi pembelajaran bahasa yang berbasis teknologi digital. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi kedua institusi dan masyarakat luas.

Prof Andis menyampaikan harapannya agar seminar internasional ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, beliau berharap acara ini dapat menjadi pintu masuk yang membuka jalan bagi program-program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi kedua perguruan tinggi dalam jangka panjang.

"Kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan. Kita berharap ada riset bersama, publikasi bersama, pertukaran akademik, dan program lain yang memberi manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan institusi," pungkasnya, menekankan pentingnya keberlanjutan dan implementasi konkret dari diskusi yang telah terjalin.

Kegiatan ini secara keseluruhan merupakan bagian integral dari strategi internasionalisasi Unismuh Makassar dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat Asia Tenggara. Melalui kemitraan strategis dengan UPSI, Unismuh berharap dapat terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman yang terus bergerak maju, mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah global.

Topik terkait
Kolaborasi Internasional Unismuh Malaysia