Intens.id Versi penuh
News

Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Makassar Resmi Jadi Tuan Rumah Local Fest 2026

Kota Makassar resmi terpilih menjadi tuan rumah Local Fest 2026 pada awal Oktober mendatang. Festival kreatif terbesar besutan USS Networks ini siap melibatkan kreator lokal dan menargetkan 15.000 pengunjung

Oleh Redaksi Intens.id 14 Jul 2026 20:55 6 menit baca

Intens.id, MAKASSAR - Ibu kota Sulawesi Selatan, Makassar, kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda berskala nasional. Kali ini, kota berjuluk Anging Mammiri tersebut dipastikan akan menggelar Local Fest 2026, sebuah festival kreatif besutan USS Networks, yang untuk pertama kalinya hadir di kawasan Indonesia Timur. Penyelenggaraan event ini dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026, menandai loncatan baru bagi geliat ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Persiapan penyelenggaraan Localfest Makassar saat ini masih dalam tahap finalisasi, sebagaimana disampaikan oleh Founder USS Networks, Sayed Muhammad. Usai beraudiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kantor Balai Kota Makassar pada Selasa (14/7/2026), Sayed menjelaskan bahwa berbagai aspek teknis, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan, tengah dimatangkan.

"Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai jadwal dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Festival yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda hiburan dan ekonomi kreatif terbesar di Makassar tahun ini akan mengusung konsep festival sehari penuh. Localfest dirancang untuk memadukan pertunjukan musik, pameran fashion, seni, budaya kreatif, hingga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, brand lokal, komunitas, dan para kreator muda.

Kehadiran Localfest di Makassar ini dinilai sebagai sinyal kuat akan semakin besarnya daya tarik kota ini sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai event nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Makassar memang semakin sering dipilih menjadi lokasi festival, konferensi, maupun ajang olahraga dan hiburan berskala besar, didukung oleh infrastruktur yang memadai, akses transportasi yang baik, serta tingginya antusiasme masyarakat.

Sayed Muhammad menambahkan bahwa pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi Localfest bukan tanpa alasan.

"Kota ini memiliki ekosistem kreatif yang terus berkembang pesat, didukung oleh komunitas yang aktif, pelaku industri kreatif yang semakin bertumbuh, serta pasar yang dinamis terhadap berbagai event musik dan gaya hidup," jelasnya.

Konsep Localfest Makassar akan mengadopsi standar penyelenggaraan yang telah sukses diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia, dengan panggung musik sebagai magnet utama, dipadukan dengan pameran fashion, karya seni, produk kreatif, serta berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan masyarakat.

Salah satu identitas utama Localfest adalah kolaborasi erat dengan pelaku kreatif daerah.

"Kami memiliki standar penyelenggaraan yang sudah diterapkan di beberapa kota. Di dalamnya akan ada festival musik, kegiatan kreatif, fashion, seni. Dan yang paling penting, kami akan banyak berkolaborasi dengan kreator lokal, mulai dari brand, seniman, hingga musisi asal Makassar," tegas Sayed.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini yang membedakan Localfest di setiap kota, karena setiap penyelenggaraan selalu menonjolkan potensi lokal masing-masing. Sesuai namanya, kami ingin menjunjung tinggi karakter dan nilai-nilai dari setiap kota yang kami kunjungi.

Selain melibatkan kreator lokal, Localfest Makassar juga dipastikan akan menghadirkan deretan musisi nasional. Namun, daftar pengisi acara belum dapat diumumkan secara resmi karena masih dalam proses penyelesaian kontrak.

"Kami pastikan akan ada sekitar delapan musisi yang tampil. Kemungkinan sekitar satu bulan lagi kami akan mengumumkan secara resmi," ungkap Sayed.

Penyelenggara menargetkan sekitar 15.000 pengunjung akan memadati Localfest Makassar selama satu hari pelaksanaan. Target ini didasarkan pada tingginya minat masyarakat Makassar terhadap berbagai festival musik dan kegiatan ekonomi kreatif yang selama ini selalu mendapat sambutan positif.

"Melihat antusiasme masyarakat Makassar yang luar biasa, kami optimistis Localfest dapat menarik sekitar 15 ribu pengunjung dalam satu hari penyelenggaraan," tutur Sayed penuh keyakinan.

Lebih dari sekadar festival hiburan, penyelenggaraan Localfest di Makassar diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ribuan pengunjung yang datang diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga penjualan produk-produk UMKM dan brand lokal yang terlibat dalam festival.

Kehadiran Localfest juga menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi kreatif Makassar untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya kepada pasar nasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai kreator dari daerah lain. Dengan masuknya Makassar dalam kalender penyelenggaraan Localfest 2026, posisi kota ini semakin menguat sebagai salah satu pusat industri kreatif dan destinasi event nasional di Indonesia Timur.

"Festival ini, kami harapkan tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memperkuat citra Makassar sebagai kota yang ramah terhadap kreativitas, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis industri kreatif," tukas Sayed.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menyambut baik penyelenggaraan Localfest. Ia menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang luas bagi pelaku ekonomi kreatif lokal, mulai dari UMKM, brand lokal, seniman, komunitas, hingga musisi asal Makassar.

"Kepercayaan USS Networks memilih Makassar sebagai salah satu kota penyelenggara merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif," ujar Hendra, seraya menambahkan bahwa Localfest merupakan salah satu intellectual property (IP) milik USS Networks dan menjadi salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.

"Ini adalah kesempatan emas bagi Kota Makassar karena dipercaya menjadi tuan rumah. Kami ingin momentum ini dimanfaatkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi kreatif lokal," imbuhnya.

Pemerintah Kota Makassar, kata Hendra, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Dukungan itu tidak hanya sebatas fasilitasi administrasi, tetapi juga pendampingan sejak tahap awal persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Pemkot Makassar akan mengawal seluruh proses perizinan agar dapat berjalan sesuai ketentuan serta selesai tepat waktu, sehingga penyelenggara dapat mempersiapkan kegiatan secara maksimal.

Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait guna memastikan seluruh aspek teknis penyelenggaraan terpenuhi, termasuk keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas pengunjung.

"Kami akan mendampingi seluruh proses perizinan sejak awal hingga seluruh rekomendasi diterbitkan," katanya. "Soal venue juga menjadi perhatian utama, termasuk potensi kemacetan, parkir, dan langkah-langkah mitigasi agar pelaksanaan berjalan aman dan tertib," tambah Hendra.

Kesiapan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung suksesnya Localfest. Oleh karena itu, pemerintah akan memastikan venue yang dipilih memiliki kapasitas memadai, didukung sistem parkir yang baik, rekayasa lalu lintas yang terukur, serta skema mitigasi risiko apabila terjadi lonjakan pengunjung. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menghadiri festival, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas di sekitar lokasi acara.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat Makassar terhadap berbagai festival musik dan kegiatan ekonomi kreatif, Hendra optimistis Localfest akan mendapat sambutan yang sangat besar. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pengunjung agar ikut menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung, sehingga pelaksanaan festival dapat berjalan sukses dan memberikan kesan positif bagi seluruh tamu yang hadir.

"Kami melihat acara ini akan sangat meriah. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menunjukkan antusiasme secara positif, menjaga keamanan, keselamatan, dan nama baik Kota Makassar," terangnya.

Hendra berharap penyelenggaraan Localfest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kota Makassar. Ribuan pengunjung yang diproyeksikan hadir diharapkan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga meningkatkan penjualan produk-produk UMKM dan brand lokal.

"Kehadiran festival tersebut semakin memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia Timur, sekaligus kota yang semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional," tutup Hendra.

Topik terkait
Local Fest Makassar USS Network Ekonomi Kreatif Festival kolaborasi brand lokal umkm kreator event nasional