intens.id Versi penuh
News

Solidaritas Warga Rantau, KM Bulukumba Kurban 13 Ekor Sapi Disalurkan ke Pelosok Desa

Oleh Redaksi Intens 28 May 2026 01:42 3 menit baca

Intens.id Bulukumba, – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya yang mendalam kepada Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KM Bulukumba) atas konsistensi mereka dalam melaksanakan program Qurban Bersama selama enam tahun berturut-turut.

Kegiatan sosial ini, yang menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, dinilai sebagai teladan bagi masyarakat luas, sekaligus bukti nyata ikatan persaudaraan warga Bulukumba di perantauan yang tetap kuat.

Program Qurban Bersama ke-VI ini sukses digelar pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, tepatnya Rabu (27/5/2026), dengan mengusung tema mulia “Semangat Berkorban untuk Kemaslahatan Umat.”

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Andi Utta ini menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi penanda bahwa masyarakat Bulukumba di rantau tidak pernah melupakan daerah kelahirannya.

Bantuan berupa 13 ekor sapi kurban yang disalurkan pada Iduladha menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan di sejumlah desa di Kabupaten Bulukumba.

“Ini membuktikan bahwa ikatan persaudaraan warga Bulukumba tetap kuat meskipun berada jauh dari daerah asal. Semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Kerukunan Masyarakat Bulukumba patut menjadi teladan,” ujar Andi Utta.

Ia melanjutkan, Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh warga Bulukumba di rantau yang terus menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya. 

Bupati berharap, semangat gotong royong dan kebersamaan ini akan terus terjaga, menjadi bagian integral dari penguatan solidaritas sosial masyarakat Bulukumba, baik yang berada di daerah maupun di perantauan, serta membawa keberkahan bagi semua.

Ketua Panitia Qurban Bersama KM Bulukumba 2026, Ahmad Kurniawan, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh sohibul kurban yang telah mempercayakan amanah penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban kepada panitia.

“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sohibul kurban yang telah mempercayakan amanah penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban kepada KM Bulukumba untuk disalurkan di sejumlah desa di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Ahmad.

Ahmad Kurniawan menegaskan komitmen panitia untuk menyalurkan daging kurban secara amanah, adil, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

Panitia juga membuka ruang bagi kritik dan saran demi perbaikan pelaksanaan kegiatan pada tahun mendatang. Menurutnya, semangat berkurban perlu terus dijaga sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. “Satu harapan besar kami, semoga pada tahun mendatang jumlah hewan kurban semakin bertambah sehingga manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke pelosok-pelosok yang benar-benar membutuhkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Bulukumba (DPP KM Bulukumba), Jumrana Salikki, menambahkan bahwa kegiatan qurban bersama ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana vital untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat Bulukumba.

“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta qurban. Semoga Allah SWT membalas dengan limpahan keberkahan dan rahmat-Nya,” ujarnya.

Menurut Jumrana Salikki, yang juga mantan Wakil Ketua Umum BPP KKSS, semangat berqurban masyarakat Bulukumba tetap terjaga di tengah berbagai tantangan dan kondisi sulit. Ia menekankan,

“Perintah qurban ada dalam Al-Qur’an, sebagaimana shalat. Maka kita upayakan untuk tetap melaksanakannya. Berqurban di kampung halaman Butta Panrita Lopi mempererat tali silaturahim dengan keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” ujar Jumrana, 

Ketum dua periode ini menegaskan bahwa qurban bersama adalah bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan warga Bulukumba di perantauan terhadap kampung halaman, seraya menutup pernyataannya,

“Walau jarak memisahkan, hati tetap dekat. Ini adalah bagian dari menebar kebaikan dan kebahagiaan demi menggapai rida Ilahi," kuncinya.